Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
DPR Ingatkan Fenomena Peralihan Konsumsi Energi
Senin, 20 April 2026 07:05 WIB
Sebelumnya
Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim menambahkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi jadi langkah yang tidak mudah dihindari saat ini. Dalam situasi global dan tekanan besar terhadap sektor energi, penyesuaian harga itu merupakan opsi yang akhirnya harus diambil Pemerintah untuk menjaga APBN.
Momentum dan komunikasi kebijakan ini, kata Rivqy, harus jadi perhatian khusus agar tidak menimbulkan kegelisahan atau kepanikan di tengah masyarakat. Pemerintah perlu menyampaikan secara terbuka kondisi riil BBM nasional kepada publik. Transparansi terkait ketersediaan stok hingga tantangan distribusi akan membantu masyarakat memahami alasan kebijakan pahit itu.
Rivqy juga menyoroti perlunya langkah antisipatif yang jelas dari Pemerintah dan BUMN energi dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Pasalnya, kesiapan strategi pengelolaan distribusi dan cadangan energi harus dipastikan berjalan optimal. “Sinergi antarlembaga sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan bahan bakar di daerah,” ujarnya.
Baca juga : Menko Pangan Minta Dapur MBG Serap Produk Desa
Kenaikan harga ini diharapkan tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Sebab, penyesuaian harga hanya terjadi pada jenis BBM dengan RON tinggi. Hal itu seharusnya tidak langsung memicu lonjakan harga barang kebutuhan dasar bagi publik.
Pemerintah diharapkan terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan rakyat kecil. Langkah itu sangat strategis di tengah dinamika ekonomi yang penuh ketidakpastian. “Kepentingan masyarakat harus selalu jadi pertimbangan utama dalam tiap pengambilan keputusan terkait energi,” katanya.
Diketahui, Pertamina menaikkan sejumlah harga BBM nonsubsidi mulai Sabtu 18 April 2026. Berdasarkan informasi resmi di situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo dengan RON 98 naik dari Rp 13.100 per liter jadi Rp 19.400 per liter. Kenaikan ini disebut telah menyesuaikan tren harga minyak mentah dunia.
Baca juga : KPK Dalami Sumber Uang Yang Diberikan Kepala OPD
Kenaikan harga juga terjadi pada jenis bahan bakar diesel, Dexlite, dari Rp 14.200 per liter jadi Rp 23.600 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Hal serupa terjadi pada harga Pertamina Dex yang naik dari Rp 14.500 per liter jadi Rp 23.900 per liter. Kenaikan itu juga telah disesuaikan dengan mekanisme pasar global.
Sementara itu, untuk saat ini harga Pertamax dengan RON 92 masih tetap Rp 12.300 per liter. Harga BBM jenis Pertalite masih dipatok Rp 10 ribu per liter, serta Pertamina Biosolar tetap Rp 6.800 per liter. Pemerintah masih memberikan subsidi besar agar harga jenis BBM itu tetap terjangkau. PYB
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 20 April 2026 dengan judul "Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi DPR Ingatkan Fenomena Peralihan Konsumsi Energi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya