Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Percepat Transformasi Digital, Kampung Internet Perlu Diperluas
Selasa, 28 April 2026 21:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR Yudha Novanza Utama meminta program Kampung Internet Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus diperluas. Langkah ini untuk mempercepat transformasi digital nasional guna menjembatani kesenjangan akses internet yang lebar antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Menurut Yudha, Kampung Internet tidak hanya sekadar menghadirkan konektivitas, tapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Program itu sangat mendukung berbagai aktivitas, mulai ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik di daerah. Keberadaan akses digital yang stabil mampu mengubah pola hidup serta produktivitas masyarakat desa.
Pendekatan berbasis tiga pilar utama yaitu terhubung, tumbuh, dan terjaga menjadi fondasi dalam memastikan pembangunan digital. Pembangunan itu tidak hanya bersifat infrastruktur fisik semata. “Itu juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat serta keamanan ruang digital yang semakin dibutuhkan di era modern sekarang,” terangnya, Selasa (28/4/2026).
Kehadiran jaringan berbasis fiber optik di wilayah pedesaan, lanjut Yudha, mampu meningkatkan kualitas konektivitas secara signifikan bagi penduduk setempat. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk memperluas pasar lewat platform digital. Efisiensi dalam aktivitas ekonomi lokal juga bisa tercipta dengan optimal.
Baca juga : Open Source Perkuat Kedaulatan Digital, Buka Peluang Talenta Muda
Untuk itu, kata dia, transformasi digital di desa harus dipastikan tidak berhenti pada penyediaan akses semata tanpa kelanjutan. Program ini harus mampu mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Apalagi, Kampung Internet telah menunjukkan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk di berbagai wilayah terpencil.
Yudha juga mengapresiasi upaya Komdigi dalam mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan teknis dan pemberdayaan generasi muda. Keterlibatan aktif siswa SMK dalam pengelolaan jaringan melalui skema Telcohub menjadi terobosan baru. “Sinergi ini memperkuat ekosistem teknologi yang ada di tingkat lokal,” katanya.
Langkah strategis itu bertujuan memastikan keberlanjutan ekosistem digital pada tingkat lokal agar tetap berjalan baik. Selain itu, upaya ini menciptakan kemandirian masyarakat dalam mengelola infrastruktur teknologi secara mandiri. Pengetahuan teknis yang memadai akan menjaga aset digital tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Komisi I DPR akan terus mendukung dan mengawal kebijakan pembangunan infrastruktur digital nasional secara intensif. Kebijakan ini harus sejalan dengan target RPJMN 2025-2029, demi kemajuan bangsa. “Target utamanya mencakup pencapaian penetrasi broadband dan peningkatan kualitas layanan internet yang merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Baca juga : Peringatan Hari Bumi Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Lingkungan
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia menganggap program ini sebagai langkah strategis mempercepat penetrasi fixed broadband. Pemerintah menargetkan peningkatan cakupan layanan dari 21 persen saat ini jadi 50 persen pada 2029. Akses internet cepat diharapkan bisa menjangkau pelosok desa terdalam.
Farah menyebut, program itu menunjukkan visi Pemerintah membangun ekosistem digital dari hulu hingga hilir. Akses internet bukan hanya tujuan akhir pembangunan nasional. “Fondasi dan keberlanjutan program harus dipikirkan secara matang agar manfaatnya dapat dirasakan terus menerus oleh masyarakat,” jelasnya.
Ketua Tim Akselerasi Infrastruktur Fixed Broadband Komdigi Singgih Yuniawan menargetkan penambahan 1.000 titik akses internet pita lebar tetap. Langkah ini merupakan bagian program Kampung Internet guna pemerataan konektivitas desa. Penambahan tersebut akan memperluas jangkauan layanan digital secara signifikan bagi seluruh masyarakat.
Pembangunan itu akan menambah jumlah titik internet yang sudah dibangun pada 2025 sebanyak 1.282 lokasi. Total titik akses tersebut akan jadi 2.282 lokasi di seluruh penjuru tanah air. Upaya masif ini diharapkan mampu mengikis kesenjangan digital yang selama ini terjadi.
Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Layanan Digital Samsat, Dorong Integrasi Data Nasional
Titik Kampung Internet baru rencananya dibangun di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kupang, Maluku Utara, dan Gorontalo. Kemkomdigi juga berencana membangun jaringan di Kalimantan Barat yang saat ini masih dalam tahap penjajakan. “Perencanaan matang dilakukan agar pembangunan infrastruktur tepat sasaran sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Staf Khusus Menkomdigi Alfreno Kautsar Ramadhan menyebut, Komdigi telah membangun 1.282 titik akses internet pita lebar tetap sebagai bagian dari program Kampung Internet. Ribuan titik itu tersebar di 22 desa dan 10 kabupaten. Sebaran ini mencakup 15 kecamatan di enam provinsi berbeda.
Program Kampung Internet difokuskan untuk menghadirkan jaringan internet di desa guna mendukung aktivitas rumah tangga dan UMKM. Selain itu, fasilitas umum juga mendapat prioritas akses agar layanan masyarakat berjalan lancar. “Fokus utama program ini adalah meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup warga di wilayah pedesaan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya