Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
Kanang Harap Kemenkop Evaluasi Lokasi Gerai KDKMP Tak Strategis
Kamis, 11 Juni 2026 19:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono meminta Kementerian Koperasi serius mengawal program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Hal itu disampaikan Kanang, sapaan akrabnya, dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi dengan agenda pembahasan RKA dan RKP Kementerian Koperasi Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Kanang mengatakan, tambahan anggaran untuk Kementerian Koperasi pada prinsipnya perlu didukung. Namun, ia mengingatkan, penambahan anggaran tidak menimbulkan tumpang tindih program dengan kementerian atau lembaga lain.
"Kalau kita bicara penambahan anggaran Rp1,3 triliun ini masuk, bahkan mungkin perlu ditambah. Tapi yang kita ketahui bersama, ruang otonom Kementerian Koperasi ini sudah tidak otonom lagi. Ini yang jadi masalah," ujar Kanang.
Menurutnya, sejumlah urusan yang semestinya menjadi kewenangan Kementerian Koperasi kini turut melibatkan banyak pihak. Ia menilai, kondisi tersebut perlu segera diklarifikasi agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.
Baca juga : Gandeng FIP UNJ, Harpi Melati Bekasi Gelar Pelatihan Makeup Pengantin
Kanang juga menyoroti pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di sejumlah desa yang dinilainya belum memperhatikan aspek kelayakan lokasi dan keberlanjutan usaha. Ia menyebut, di lapangan, terdapat gerai yang dibangun di lokasi kurang strategis, seperti di pinggir sawah, wilayah perbukitan, hingga dekat area pemakaman.
"Ada yang di pinggir sawah, ada yang di atas gunung, ada yang di depan kuburan, ada yang ditinggalkan di tebing," sebut Kanang.
Dia juga menyoroti beban desa dalam menyiapkan lahan dan kebutuhan pendukung pembangunan gerai. Menurut dia, desa sudah menghadapi tekanan fiskal akibat berbagai pemotongan anggaran.
Kanang menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, dari total anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk satu unit koperasi, sebagian besar sudah digunakan untuk pembangunan gerai.
Sementara desa masih harus menyiapkan lahan, urukan, dan kebutuhan teknis lainnya. "Desa harus menyiapkan lahan ready, ada urukan dan sebagainya. Di lapangan itu menurut mereka kurang lebih sekitar Rp 800-an juta. Ini mesti diurai, karena desa berat sekarang ini," ujarnya.
Baca juga : Kejagung Maraton Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi MBG
Selain itu, Kanang mempertanyakan kebutuhan kendaraan operasional untuk setiap gerai, dari truk, pikap, motor roda tiga, hingga kendaraan roda dua. Menurut dia, skema tersebut berpotensi menimbulkan biaya operasional yang terlalu tinggi.
Dia membandingkan dengan sistem distribusi minimarket modern yang mampu menjangkau banyak titik hanya dengan kendaraan distribusi yang lebih efisien.
"Kalau kita bandingkan dengan minimarket modern, dalam satu kabupaten itu hanya satu mobil boks. Ini satu gerai, satu desa, satu truk, satu pikap, satu motor roda tiga. Ini untuk apa? Overhead kita terlalu tinggi," kata Kanang.
Karena itu, Kanang meminta Menteri Koperasi segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Agrinas, Badan Gizi Nasional, dan Kementerian Pertahanan, agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun pembiayaan.
Ia menilai Kementerian Koperasi seharusnya tidak menunggu dua tahun untuk mengambil peran penuh dalam pembinaan koperasi tersebut.
Baca juga : Hadapi Lonjakan Libur Panjang, ASDP Perkuat 4 Pelabuhan Strategis
Kanang juga mengingatkan soal pengelolaan aset program. Ia khawatir apabila tidak sejak awal diawasi, kondisi bangunan dan aset koperasi dapat menurun sebelum sepenuhnya diserahkan kepada Kementerian Koperasi.
Meski demikian, Kanang menegaskan dukungannya terhadap penguatan Kementerian Koperasi, terutama dalam aspek perencanaan, monitoring, pembinaan, serta pengembangan sumber daya manusia koperasi.
Namun, ia menekankan agar peran Kementerian Koperasi diperkuat sejak awal, bukan setelah program berjalan terlalu jauh.
"Kalau kita bicara manfaat, perencanaan, monitoring, pengembangan sumber daya, saya sepakat. Tapi mulailah sejak dini," dukung Kanang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya