Dark/Light Mode

Misbakhun: Indonesia Tetap Dipercaya S&P, Disiplin Fiskal Jadi Kunci Naik Kelas

Selasa, 14 Juli 2026 12:58 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyambut baik keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Menurut Misbakhun, afirmasi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih dipercaya oleh lembaga pemeringkat internasional meski perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan.

“Keputusan S&P ini kabar baik. Indonesia tetap dipercaya, dan ini menunjukkan bahwa disiplin fiskal serta ketahanan ekonomi kita masih diapresiasi. Kepercayaan ini harus dijaga dan diperkuat,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca juga : PLN Indonesia Power Tanam Pohon dan Bersihkan Pulau Merak Kecil

Ia menjelaskan, penilaian positif S&P didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, tingkat utang pemerintah dan utang eksternal yang relatif terkendali, ketahanan sektor perbankan, serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Karena itu, Misbakhun mendorong pemerintah terus menjaga kredibilitas APBN melalui penguatan penerimaan negara dan peningkatan kualitas belanja.

Menurutnya, pengelolaan utang juga harus dilakukan secara hati-hati agar ruang fiskal tetap sehat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Misbakhun: Revisi UU P2SK Perkuat Stabilitas dan Daya Saing Keuangan

“Defisit bisa menjadi instrumen untuk mendukung pertumbuhan, sepanjang kualitas fiskalnya dijaga. Belanja negara harus selektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberi dampak bagi sektor riil,” jelasnya.

Misbakhun juga menilai, catatan S&P mengenai tekanan fiskal dan eksternal perlu dijadikan masukan konstruktif untuk memperkuat kebijakan pemerintah.

Tantangan seperti stabilitas nilai tukar rupiah, beban bunga utang, serta tekanan harga energi, menurutnya, harus direspons melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas terkait lainnya.

Baca juga : Indonesia Open 2026, Derbi Ganda Putri RI Kunci Tiket Semifinal

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya melanjutkan agenda reformasi ekonomi agar kepercayaan investor terus meningkat.

Program hilirisasi, perbaikan tata kelola sumber daya alam, dan penguatan basis penerimaan negara dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan fiskal dan eksternal Indonesia.

“Target kita bukan sekadar mempertahankan investment grade. Yang harus kita bangun adalah fondasi ekonomi yang makin kuat agar Indonesia bisa naik kelas. Kepercayaan S&P ini perlu dijawab dengan disiplin fiskal, rupiah yang stabil, dan belanja negara yang benar-benar menggerakkan sektor riil,” pungkas Misbakhun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.