Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sosialisasi Empat Pilar, Marinus Gea Ajak Kampus Hidupkan Pancasila
Sabtu, 18 Juli 2026 19:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota MPR Marinus Gea menegaskan Pancasila harus menjadi kompas moral dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting bagi Universitas Nias (UNIAS) untuk berkembang sebagai Center of Excellence. Hal itu disampaikan saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di Universitas Nias, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026).
Marinus mengatakan, banyak orang cerdas gagal menjadi pemimpin karena kehilangan kompas moral. Karena itu, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibangun di atas nilai, karakter, dan integritas.
"Kepemimpinan bukan sekadar soal kecerdasan intelektual, tetapi tentang nilai, moralitas, dan karakter. Pancasila merupakan kompas moral yang harus menjadi pedoman dalam setiap proses kepemimpinan," kata Marinus.
Dalam paparannya, Marinus juga mengajak sivitas akademika memahami sejarah lahirnya Pancasila secara utuh. Ia menjelaskan, Pancasila lahir melalui rangkaian proses sejarah yang dimulai dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, dilanjutkan dengan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga disahkan dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.
Baca juga : Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru, AHY Ajak Rakyat Bersihkan Pantai
Menurutnya, pemahaman sejarah tersebut penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh distorsi sejarah maupun ideologi yang bertentangan dengan jati diri bangsa.
Marinus menegaskan, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau sekadar hafalan di ruang kelas. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika Pancasila hanya dihafal, maka Pancasila telah mati secara substantif. Tetapi apabila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila akan menjadi kekuatan nyata yang mampu membawa perubahan," ujarnya.
Ia menyebut gotong royong sebagai sari pati Pancasila yang harus menjadi budaya di lingkungan kampus. Menurutnya, Universitas Nias hanya bisa berkembang menjadi kampus unggulan apabila seluruh unsur, mulai dari yayasan, pimpinan, dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan, bekerja dalam semangat kolaborasi.
Baca juga : Swiss ke Perempat Final, Yakin: Semua Berjalan Sesuai Rencana
"Universitas yang besar tidak dibangun oleh satu orang hebat, tetapi oleh budaya kerja sama yang kuat. Gotong royong adalah kekuatan utama untuk membawa Universitas Nias menjadi kampus yang unggul," katanya.
Marinus juga menguraikan lima nilai utama Kepemimpinan Pancasila yang harus menjadi landasan tata kelola perguruan tinggi, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Menurutnya, nilai-nilai tersebut akan melahirkan pemimpin yang berintegritas, menjunjung kemanusiaan, mampu mempersatukan perbedaan, mengedepankan musyawarah, serta menghadirkan keadilan dalam setiap kebijakan.
Secara khusus, ia menitipkan pesan kepada pimpinan Universitas Nias agar memaknai jabatan sebagai amanah untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Marinus menegaskan ukuran sebuah Center of Excellence tidak hanya dilihat dari megahnya gedung atau banyaknya mahasiswa, tetapi juga dari integritas, kualitas riset, pelayanan yang transparan, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Baca juga : Gol Cepat Saibari Antar Maroko Kalahkan Skotlandia
Ia juga mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi diarahkan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat Nias, seperti penguatan UMKM, pengembangan pariwisata, serta inovasi di bidang pertanian, kelautan, dan perikanan.
"Kampus harus hadir sebagai pusat solusi bagi masyarakat. Dengan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong, Universitas Nias akan mampu melahirkan generasi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi Nias dan Indonesia," tutup Marinus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya