Dark/Light Mode

Dukung Pengembangan Hidrogen, Jamaluddin Malik: Teknologi dan SDM Jadi Kunci

Jumat, 24 Juli 2026 17:57 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar Jamaluddin Malik menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional.

Menurutnya, pengembangan hidrogen tidak hanya menjadi bagian dari strategi transisi energi, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun penguasaan teknologi, memperkuat riset, dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dalam industri energi masa depan.

Jamaluddin menilai, pengembangan 93 proyek hidrogen dengan potensi investasi sekitar Rp 32 triliun merupakan peluang strategis untuk memperkuat industri nasional.

Baca juga : Komdigi Dukung Pengembangan AI Lokal Untuk Perkuat Keamanan Siber

Karena itu, investasi yang masuk harus mampu menghasilkan alih teknologi, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat industri nasional, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia.

"Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diimplementasikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional. Langkah ini harus menjadi momentum untuk membangun kemandirian teknologi, memperkuat inovasi, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di tengah perkembangan industri energi global," kata Jamaluddin Malik, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri hidrogen karena didukung sumber energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah.

Baca juga : Dukung Swasembada, Kementan Percepat Proses Izin Benih dan SDG

Potensi panas bumi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Lampung, serta tenaga air di Kalimantan Utara dan Sulawesi, dinilai dapat menjadi fondasi pengembangan ekosistem hidrogen nasional.

Ia menambahkan, pengembangan tersebut harus didukung penguatan riset, pendidikan vokasi, pembangunan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan dunia usaha.

Jamaluddin menegaskan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi hidrogen. Pengembangan sektor ini harus mampu mendorong lahirnya industri manufaktur dalam negeri, meningkatkan TKDN, memperkuat rantai pasok nasional, serta mencetak lebih banyak insinyur, peneliti, dan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di sektor energi masa depan.

Baca juga : Dukung Perdagangan Dua Arah, Australia-RI Teken MoU Produk Halal

Dia memastikan, Komisi XII DPR RI akan terus mengawal pengembangan ekosistem hidrogen agar memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

Keberhasilan pengembangan hidrogen, kata dia, tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari kemampuan Indonesia menguasai teknologi, membangun industri nasional, meningkatkan kualitas SDM, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

"Pengembangan hidrogen harus menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Ketika teknologi, industri, dan sumber daya manusia tumbuh bersama, Indonesia tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menjadi negara yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di industri energi global," tutup legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah II tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.