Dark/Light Mode

Eddy Soeparno Apresiasi Prabowo Groundbreaking PLTS 100 GW

Rabu, 26 Agustus 2026 09:31 WIB
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno. Foto: MPR RI
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno. Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen dan kepemimpinannya dalam mendorong sekaligus mengawal secara langsung percepatan transisi energi Indonesia melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas 100 GW.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (25/8/2026) Presiden Prabowo meresmikan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (gigawatt peak) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Menurut Eddy, groundbreaking PLTS 100 GW merupakan langkah strategis yang menunjukkan bahwa transisi energi Indonesia telah bergerak dari agenda kebijakan menuju implementasi pembangunan yang konkret dan berskala besar.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo yang tidak hanya mendorong agenda transisi energi, tetapi juga aktif mengawal pelaksanaannya. Groundbreaking PLTS 100 GW menunjukkan bahwa Indonesia serius dan berkomitmen membangun sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Eddy.

Baca juga : Pimpin Langsung Penanganan Karhutla, Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan

Waketum PAN ini menilai pengembangan PLTS 100 GW akan menjadi salah satu terobosan terbesar dalam perjalanan transisi energi Indonesia. Pengembangan kapasitas PLTS secara masif akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan bauran energi terbarukan terbesar di kawasan Asia, khususnya dalam pemanfaatan energi surya.

“PLTS 100 GW adalah lompatan strategis yang akan mengelevasi Indonesia menjadi salah satu pemain utama energi surya di Asia. Kita memiliki sumber daya matahari yang melimpah, dan terus berupaya agar potensi tersebut dikonversi menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional,” kata Eddy.

Dia menambahkan, percepatan pembangunan PLTS juga harus dipandang sebagai momentum untuk membangun ekosistem industri hijau di dalam negeri yang akan menciptakan rantai nilai domestik yang semakin kuat.

Menurut Eddy, kebutuhan terhadap panel surya, baterai, sistem penyimpanan energi, inverter, konstruksi, transportasi, hingga berbagai komponen penunjang lainnya harus menjadi peluang untuk memperkuat industri nasional.

Baca juga : Presiden Kejar Target Swasembada Energi

“Ketika kita membangun PLTS dalam skala 100 GW, kita sesungguhnya sedang menciptakan pasar yang sangat besar. Pasar ini harus dimanfaatkan untuk menghidupkan industri dalam negeri, mulai dari industri panel surya, baterai, komponen kelistrikan, konstruksi, hingga berbagai sektor pendukung seperti kontraktor, transportasi, logistik dan jasa lainnya,” tegasnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini menekankan bahwa skala pembangunan PLTS 100 GW juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar.

Karena itu, Eddy mendorong agar investasi energi terbarukan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Indonesia melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja, penguatan industri nasional, serta keterlibatan pelaku usaha domestik.

“Di sinilah konsep green jobs dan green industry bisa bertransformasi dari konsep menjadi kebijakan konkrit. Melalui pembangunan PLTS 100 GW, kita dapat melihat bagaimana transisi energi menciptakan pekerjaan, membuka peluang usaha, menarik investasi, sekaligus membangun industri baru,” tegas Eddy.

Baca juga : Eddy Soeparno: Penanganan Sudah Dilakukan Dengan Baik

Lebih jauh, Eddy menilai pembangunan PLTS harus diintegrasikan dengan agenda industrialisasi nasional. Pemerintah perlu memastikan adanya kebijakan yang mendorong tingkat komponen dalam negeri, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta riset dan inovasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk teknologi energi terbarukan.

“Dalam beberapa kesempatan, saya sampaikan bahwa transisi energi harus menjadi ‘pesta’ industri energi terbarukan dalam negeri. Indonesia harus menjadi produsen, manufaktur, sekaligus bagian penting dari rantai pasok energi bersih global. Karena itu, pembangunan PLTS 100 GW harus berjalan beriringan dengan pembangunan industri panel surya, baterai, teknologi penyimpanan energi, dan berbagai industri pendukungnya,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.