Dark/Light Mode

Indonesia Tuan Rumah ISC-3 2027

Senator Mirah Bersama Ketua DPD Bangun Dukungan Internasional

Kamis, 3 September 2026 09:12 WIB
Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Mirah Midadan Fahmid. Foto: DPD RI
Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Mirah Midadan Fahmid. Foto: DPD RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Mirah Midadan Fahmid, bersama Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, aktif membangun dukungan internasional bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Inter-Parliamentary Speakers’ Conference (ISC) ke-3 pada 2027.

Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian komunikasi, diplomasi, dan pertemuan dengan pimpinan parlemen serta delegasi dari berbagai negara selama pelaksanaan ISC-2 di Phnom Penh, Kamboja, pada 26-28 Agustus 2026.

“Forum tersebut mempertemukan sekitar 130 delegasi dari 30 negara, organisasi antarparlemen, dan organisasi internasional. Jadi, ini kesempatan yang positif sekali,” ujar Senator Mirah, dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Upaya diplomasi tersebut membuahkan hasil. Indonesia secara resmi dipercaya menjadi tuan rumah ISC-3 pada 2027. Penetapan tersebut dikukuhkan melalui Phnom Penh Declaration, yang secara formal menyambut Indonesia sebagai penyelenggara konferensi berikutnya. Dalam laman resmi ISC, penyelenggaraan ISC-3 juga disebut akan dipimpin Sultan Najamudin selaku Ketua DPD RI.

Menurut Mirah, keberhasilan Indonesia mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah tidak datang secara instan. Dukungan tersebut dibangun melalui komunikasi langsung dengan berbagai pimpinan parlemen dan delegasi internasional yang hadir dalam ISC-2.

Baca juga : Senator Mirah Dorong Penguatan Perlindungan Petani Kopi Lombok Timur

“Menjadi tuan rumah ISC-3 bukan sekadar persoalan menyelenggarakan sebuah konferensi internasional. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan diplomasi, gagasan, dan kerja nyata. Karena itu, sejak awal kami terus membangun komunikasi dengan berbagai delegasi agar Indonesia mendapatkan dukungan untuk menjadi tuan rumah,” tuturnya.

Salah satu rangkaian diplomasi tersebut dilakukan melalui pertemuan Sultan Baktiar Najamudin dan Mirah Midadan Fahmid dengan Ketua Senat Pakistan sekaligus Founding Chairman ISC, Syed Yousaf Raza Gilani, pada 26 Agustus 2026.

“Pertemuan tersebut membahas agenda ISC sekaligus penguatan kerja sama antarparlemen. Ini menjadi bagian dari komunikasi delegasi Indonesia sebelum keputusan tuan rumah ISC-3 ditetapkan,” kata Mirah.

Menurutnya, diplomasi parlemen memiliki ruang strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Forum seperti ISC, lanjut Mirah, memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga turut membentuk agenda dan arah kerja sama parlemen di tingkat internasional.

“Diplomasi parlemen adalah ruang untuk membangun kepercayaan. Kita berbicara langsung dengan para pimpinan parlemen, mendengarkan kepentingan masing-masing negara, kemudian mencari titik temu. Dari proses seperti inilah dukungan internasional dibangun,” jelas Senator NTB tersebut.

Baca juga : Senator Mirah Dukung Kolaborasi Pemprov NTB-BRIN Atasi Krisis Air Bersih

Mirah menilai kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam isu perdamaian, penyelesaian konflik secara damai, pembangunan berkelanjutan, ketahanan iklim, serta penguatan kerja sama antarparlemen.

Isu-isu tersebut juga menjadi bagian penting dari komitmen yang dituangkan dalam Phnom Penh Declaration. Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah ISC-3 merupakan kehormatan sekaligus tantangan bagi Indonesia.

Dia berharap penyelenggaraan ISC-3 di Indonesia dapat menarik lebih banyak negara sekaligus memperkuat pengaruh forum tersebut di tingkat global. Mirah menegaskan, keberhasilan memperoleh kepercayaan sebagai tuan rumah harus dilanjutkan dengan persiapan yang matang.

“Kepercayaan ini jangan berhenti sebagai seremoni. Indonesia harus menjadikan ISC-3 sebagai momentum untuk menunjukkan kapasitas diplomasi parlemen kita sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif membangun perdamaian dan kerja sama internasional,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah ISC-3 2027, Mirah menilai diplomasi parlemen Indonesia memperoleh ruang baru untuk memperkuat jejaring internasional.

Baca juga : Senator Mirah Minta Distribusi LPG 3 Kg Di Dompu Dibenahi

Dia berharap momentum tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian dan kesejahteraan dunia.

“Target kita bukan hanya sukses menjadi tuan rumah. Kita ingin Indonesia menjadi salah satu penggerak utama dalam membangun dialog antarparlemen dan menghadirkan solusi bersama atas persoalan global,” pungkas Mirah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.