Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DPR Ke BYD: Jangan Cuma Buka Lapangan Kerja, Tapi Transfer Teknologi Juga
Sabtu, 5 September 2026 12:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading mendorong PT BYD Auto Indonesia memperkuat transfer teknologi dan pengetahuan kepada tenaga kerja lokal seiring dengan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Menurut Irsan, keberadaan investasi industri kendaraan listrik tidak cukup hanya memberikan manfaat berupa penanaman modal dan pembukaan lapangan kerja, tetapi juga harus menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Transfer teknologi harus tetap kita utamakan, terutama pekerja-pekerja lokal. Kita harus mendorong agar transfer knowledge ini berjalan dan tidak terjadi ketergantungan kepada pihak luar," ujar Irsan saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI ke pabrik PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan penguasaan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Oleh karena itu, keterlibatan tenaga ahli asing pada tahap awal pembangunan industri harus dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses alih pengetahuan kepada pekerja Indonesia.
Baca juga : Cek Endra: Pabrik BYD Jadi Bukti Hilirisasi dan Percepat Transisi Energi
Irsan menyebut saat ini sejumlah tenaga ahli dan engineer dari China masih dilibatkan dalam pengembangan fasilitas manufaktur tersebut. Namun, kehadiran tenaga kerja asing diharapkan dapat mendukung proses transfer teknologi hingga tenaga kerja lokal mampu menguasai teknologi kendaraan listrik secara mandiri.
Menurut dia, sekitar 500 pekerja lokal telah mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memperoleh transfer pengetahuan di luar negeri. Para pekerja tersebut diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia di fasilitas manufaktur BYD di Indonesia.
"Tadi kita sudah dipaparkan bahwa sekitar 500 pekerja lokal belajar untuk mendapatkan transfer knowledge. Nantinya mereka diharapkan menjadi pekerja utama di BYD," katanya dikutip RM.id dari situs DPR, Sabtu (5/9/2026).
Selain transfer teknologi, Irsan juga menyoroti rencana peningkatan jumlah tenaga kerja di fasilitas BYD. Saat ini jumlah pekerja disebut mencapai sekitar 5.000 orang dan ke depan ditargetkan meningkat hingga sekitar 20.000 orang.
Baca juga : Pabrik BYD Subang Bakal Serap 20.000 Tenaga Kerja
Komisi XII DPR RI, kata dia, akan mengawal agar peningkatan investasi dan kapasitas produksi perusahaan juga memberikan ruang yang semakin besar bagi tenaga kerja Indonesia.
Ia menargetkan sekitar 80 persen tenaga kerja di fasilitas tersebut nantinya berasal dari pekerja lokal. Sementara tenaga kerja asing tetap dibutuhkan, terutama untuk posisi tertentu seperti engineer yang berkaitan dengan penguasaan teknologi baru.
"Targetnya jelas, sekitar 80 persen harus pekerja lokal. Sisanya bisa dari pihak luar, terutama untuk engineer karena ini merupakan teknologi baru yang memang harus benar-benar dikuasai," ujar Irsan.
Dalam kunjungan tersebut, Irsan juga mengapresiasi kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang sebagai bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Ia menyebut tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di fasilitas tersebut saat ini telah mencapai sekitar 40 persen dan diharapkan terus meningkat hingga mencapai 80 persen.
Baca juga : Pabrik BYD Subang Targetkan Produksi 150.000 Unit Per Tahun
"Kita harus bangga ada satu pabrik yang seperti ini. TKDN saat ini sudah sampai 40 persen dan nantinya ditargetkan 80 persen," katanya.
Menurut Irsan, peningkatan TKDN dan penyerapan tenaga kerja lokal harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan SDM melalui transfer teknologi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi lokasi investasi dan basis produksi, tetapi juga mampu membangun penguasaan teknologi kendaraan listrik secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya