Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pabrik BYD Subang Targetkan Produksi 150.000 Unit Per Tahun
Jumat, 4 September 2026 11:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Produsen kendaraan energi baru BYD meresmikan fasilitas manufaktur pertamanya di Indonesia yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 126 hektare di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun dan menjadi bagian dari strategi BYD memperkuat lokalisasi manufaktur sekaligus membangun ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
Pabrik BYD di Subang dibangun selama sekitar 20 bulan sejak dimulainya proses pembangunan. Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai lokasi manufaktur BYD yang ke-13 secara global.
Peresmian fasilitas manufaktur BYD Indonesia dilakukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Momen tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan industri.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, pembangunan fasilitas manufaktur di Indonesia merupakan bagian dari pandangan jangka panjang perusahaan terhadap potensi pasar dan perkembangan industri kendaraan energi baru di Asia Tenggara.
Baca juga : Luhut Dorong Pengembangan Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik Di RI
Menurut dia, kehadiran pabrik tersebut tidak hanya ditujukan untuk memproduksi kendaraan di Indonesia, tetapi juga memperkuat kapabilitas industri, pengembangan tenaga kerja, dan keterlibatan perusahaan lokal dalam rantai nilai kendaraan energi baru.
“Kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia. Ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru,” ujar Eagle.
Ia mengatakan, BYD ingin memastikan pertumbuhan perusahaan di Indonesia juga dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Sejalan dengan pengembangan manufaktur kendaraan, BYD juga mempersiapkan pengembangan kapabilitas lain di Indonesia, termasuk fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru.
Fasilitas manufaktur BYD di Subang dirancang dengan tingkat otomatisasi yang tinggi dan didukung sistem produksi cerdas yang terintegrasi.
Dalam proses produksinya, pabrik tersebut memiliki tiga rangkaian utama, yakni welding, painting, dan final assembly, yang saling terhubung dalam satu sistem manufaktur kendaraan.
Baca juga : Investasi Mobil Listrik Tembus Rp 24,1 T, Kapasitas Capai 409 Ribu Unit
Area welding menggunakan sistem produksi fleksibel multi-model yang memungkinkan berbagai model kendaraan diproduksi pada lini yang sama. Proses tersebut didukung teknologi otomatisasi dan robotik untuk menjaga presisi serta konsistensi pembentukan bodi kendaraan.
Sementara itu, proses painting didukung sistem produksi dan pengendalian kualitas terintegrasi untuk memastikan perlindungan bodi serta kualitas permukaan kendaraan.
Pada tahap final assembly, berbagai komponen kendaraan dirakit, diperiksa, dan disetel sebelum menjalani pemeriksaan akhir untuk memastikan kendaraan memenuhi persyaratan sebelum dikirim kepada konsumen.
BYD juga menargetkan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN kendaraan produksinya di Indonesia dapat mencapai 60 persen pada Januari 2027.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kehadiran fasilitas produksi BYD bukan sekadar penambahan pabrik baru, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik.
“Pemerintah tidak hanya ingin membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memastikan perkembangan ini mampu memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri, termasuk melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri,” ujar Agus.
Baca juga : Menperin Resmikan Pabrik BYD Di Subang, Perkuat Industri Mobil Listrik RI
Ia berharap fasilitas produksi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi BYD, tetapi juga bagi perkembangan industri nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan investasi BYD di Subang diharapkan dapat mendorong lahirnya industri-industri baru yang mendukung pengembangan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia. Satu investasi besar harus melahirkan industri-industri baru di sekelilingnya,” ujar Luhut.
Ia berharap pengembangan fasilitas tersebut dapat memperkuat keterlibatan industri dan sumber daya manusia Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi produk buatan Indonesia untuk memasuki pasar global.
“Dari Subang kita tidak hanya memproduksi kendaraan untuk Indonesia, tetapi juga membawa produk buatan Indonesia ke dunia,” kata Luhut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya