Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
Hari Perhubungan Nasional
Ibas Dorong Indonesia Terkoneksi Transportasi Inklusif Dan Berkelanjutan
Kamis, 17 September 2026 14:23 WIB
Sebelumnya
Dalam diskusi tersebut, EBY juga menyoroti pentingnya perubahan cara pandang dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Indonesia, kata dia, perlu bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada proyek menuju pendekatan yang berorientasi pada sistem.
“Bukan hanya bertanya, berapa kilometer jalan yang kita bangun? Tetapi berapa waktu yang kita hemat untuk rakyat,” ujarnya.
Demikian pula dengan pembangunan pelabuhan. Ukuran keberhasilannya tidak hanya pada jumlah pelabuhan yang dimiliki, tetapi juga seberapa cepat dan efisien barang dapat bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Pendekatan serupa juga perlu diterapkan terhadap seluruh moda transportasi, termasuk jalan raya, kereta api, pelabuhan, dan bandara.
Baca juga : Ibas: Demokrasi, Ekonomi, Dan Kesejahteraan Bisa Berjalan Bersama
“Jalan tidak boleh berdiri sendiri. Pelabuhan tidak boleh berdiri sendiri. Bandara tidak boleh berdiri sendiri. Kereta api tidak boleh berdiri sendiri. Semuanya harus menjadi satu sistem perhubungan nasional,” tegasnya.
Dia menilai integrasi antarmoda menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk meningkatkan daya saing ekonomi, menekan biaya logistik, mengurangi waktu tempuh, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Transformasi teknologi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan transportasi masa depan. Memasuki era kecerdasan artifisial (AI), kendaraan listrik, smart port, smart airport, digital logistics, dan intelligent transportation system, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi mobilitas.
Namun, transformasi tersebut tidak boleh berhenti pada pembelian teknologi. “Kita jangan hanya membeli teknologinya. Kita harus membangun ekosistemnya,” ujar Dr. EBY.
Baca juga : 25 Tahun Demokrat, Ibas Minta Kader Makin Dekat Rakyat
Menurut lulusan Nanyang Technological University tersebut, integrasi data, integrasi layanan, serta sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi prasyarat agar pemanfaatan teknologi benar-benar menghasilkan layanan transportasi yang lebih mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia serta kesiapan institusi dan regulator.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua MPR RI turut menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas berbagai musibah transportasi yang terjadi, termasuk kecelakaan transportasi darat, laut, dan kereta api, serta peristiwa yang terjadi dalam peliputan erupsi Anak Gunung Krakatau.
Dia berharap seluruh peristiwa tersebut menjadi pembelajaran untuk terus memperkuat sistem keselamatan, mitigasi bencana, serta perlindungan bagi masyarakat maupun insan media.
Baca juga : Edhie Baskoro: Kreativitas Anak Muda Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
“Semoga para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta para korban yang masih dalam perawatan segera diberikan kesembuhan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan transportasi tidak boleh hanya diukur dari kecepatan mobilitas. Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang aman, terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan.
“Pembangunan berkelanjutan bukan berarti pembangunan yang lebih lambat. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang tidak memindahkan biayanya kepada generasi berikutnya,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya