Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berharap `Angin Sejuk` Di Tengah Pandemi
Sidang Tahunan MPR Tidak Guna Jika Cuma Lomba Pidato
Selasa, 21 Juli 2020 05:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sidang Tahunan (ST) MPR yang akan digelar 14 Agustus 2020 diharapkan bisa memberikan solusi atas krisis yang terjadi saat ini. Bukan hanya menjadi ajang perlombaan pidato yang tak ada manfaatnya.
Anggota Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay berharap pidato kenegaraan yang disampaikan pimpinan lembaga tinggi negara memberi “angin sejuk” di tengah situasi ekonomi dan pandemi Covid-19 yang kian memburuk.
Dia berharap para elite memberi solusi konkret atas sejumlah persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.
Baca juga : Pembangunan Daerah Jangan Cuma Bergantung Sama APBD
“Kalau hanya mendengar pidato (laporan kerja) Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR dan Ketua DPD, tanpa ada evaluasi untuk perbaikan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif, ya nggak ada manfaatnya (bagi rakyat). Saat ini, bangsa dan rakyat Indonesia membutuhkan solusi konkret atas persoalan yang sedang terjadi,” tegas Saleh dalam diskusi bertajuk, “Efektivitas Sidang Tahunan MPR” di Ruang Wartawan, Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.
Anggota Komisi IX DPR ini juga meminta, penyampaian laporan kerja pengelolaan negara selama setahun terakhir tak berlangsung monolog.
Ia berharap seluruh lembaga tinggi negara memyampaikan evaluasi kinerja selama satu tahun terakhir, sekaligus menawarkan berbagai pilihan solusi atas persoalan yang sedang dihadapi.
Baca juga : Di Tengah Pandemi, BNI Mudahkan Ekspor
“Sidang Tahunan MPR bisa menjelaskan soal defisit anggaran untuk Covid-19 yang lebih 3 persen, bantuan sosial yang tidak merata akibat data yang tidak beres, serta anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 75 triliun, tapi baru dicairkan Rp 25,7 triliun. Persoalan-persoalan lain juga dapat diungkap, dijadikan bahan evaluasi, sekaligus menawarkan solusi atas persoalan yang sedang terjadi,” jelas Saleh.
Di tempat sama, Anggota MPR dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mengatakan, ST MPR memiliki makna penting karena menjadi ajang laporan bagi lembaga-lembaga negara.
Melalui momen tersebut, harap dia, masyarakat bisa mendengar secara langsung laporan kinerja tahunan dari Kepala Negara, MPR, DPR, DPD, BPK dan lembaga tinggi negara lainnya.
Baca juga : Potret Pemilu Di Tengah Pandemi Ala Singapura
“Setelah mendengarkan semua pidato itu, kami akan melakukan fungsi pengawasan. Apakah efektif atau tidak (isi dan tujuan pidato) itu, semua harus dibaca, semua kembali kepada anggota,” harap dia.
Lebih lanjut, Kurniasih mengatakan, materi pidato yang nantinya disampaikan para pimpinan lembaga tinggi negara sangat dibutuhkan sebagai bahan, ditindaklanjuti dalam rapat komisi-komisi di DPR.
Karenanya, ST MPR harus berjalan efektif dan mampu memotret berbagai persoalan yang sedang terjadi. “Di sinilah kita menjalankan peran. Tentunya, masukanmasukan kita, evaluasi tidak mungkin disampaikan pada saat sidang tersebut. Hal itu akan ditindaklanjuti melalui fraksi-fraksi dan komisi-komisi di DPR, sesuai bidang masing-masing,” tandasnya. [ONI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya