Dark/Light Mode

Koperasi Jadi Senjata Ampuh Di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 5 Juni 2020 18:58 WIB
Anggota DPRD Provinsi Jabar Komisi II Bidang Ekonomi dan Koperasi, Sari Sundari (kiri), meninjau Koperasi Syariah Baitul Mu`minin di RW 15, Desa Jatiendah, Kec, Cilengkrang, Kab, Bandung, Jabar, Jumat, (5/6/2020)
Anggota DPRD Provinsi Jabar Komisi II Bidang Ekonomi dan Koperasi, Sari Sundari (kiri), meninjau Koperasi Syariah Baitul Mu`minin di RW 15, Desa Jatiendah, Kec, Cilengkrang, Kab, Bandung, Jabar, Jumat, (5/6/2020)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ditengah pandemi Covid-19 seperti ini, mereka-mereka yang beruntung dan berada di zona nyaman adalah mereka-mereka yang berkutat dan berpegang kepada koperasi.

Hal ini dirasakan masyarakat yang ada di RW 15, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Berkat koperasi yang dimiliki di wilayah tersebut, warga di sana tak lagi kesusahan.

"Alhamdulillah, karena adanya koperasi yang kami kelola ini, kami hidup aman secara ekonomi. Warga di sini, khususnya warga RW 15 dan warga lainnya di sekitar Kabupaten Bandung tidak ada yang kesusahan dan kelaparan," kata Ketua Koperasi Syariah Baitul Mu'minin (KSBM) Elly Yessi saat menerima kunjungan kerja Anggota DPRD Provinsi Jabar Komisi II Bid. Ekonomi dan Koperasi, Jum'at, (5/6/2020).

Dijelaskan, Koperasi Syariah Baitul Mu'minin (KSBM) ini bergerak di bidang sembako dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Koperasi KSBM memberikan banyak kemudahan kepada para anggotanya. Seperti, warga/anggota yang meminjam uang itu tidak sama sekali diharuskan untuk membayar bunga.

Berita Terkait : Kreativitas Jadi Kunci Untuk Bertahan Di Tengah Krisis Akibat Covid-19

"Jadi perjanjian gimana-gimananya itu ditentukan pada saat akad saja, misalnya pinjamnya berapa dan kapan akan dikembalikan.Yang jelas, tidak ada bunganya, jadi kalau yang pinjam Rp 2 juta, ya, mengembalikannya Rp 2 juta lagi saja," jelas Elly.

Selain itu, koperasi ini memfasilitasi pengadaan sembako, pembayaran listrik, persiapan khitanan dan pernikahan sekalipun. Saat warga yang lain kocar-kacir karena terhimpit masalah ekonomi di tengah pandemi, justru, warga di Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ini hidup sejahtera, seperti biasanya.

"Alhamdulillah banyak warga yang mengapresiasi karena terbantu dengan adanya koperasi ini," katanya.

Adapun untuk iuran wajib yang harus ditanggung oleh anggota itu adalah Rp 25.000 untuk iuran pokok dan Rp 10000 untuk iuran wajib.

Berita Terkait : OJK: Kondisi Lembaga Keuangan Stabil Di Tengah Pandemi Covid-19

Tak hanya telah membantu menguatkan ekonomi para warga khusus di sekitar RW 15, kata dia, koperasi KSBM juga telah membantu mengembangkan usaha-usaha baru. Ini dapat berdiri memanfaatkan dari dana sukarela.

"Kalau dulu ketika awal-awal berdiri kami hanya menyediakan paket sembako saja, misalnya seperti mie, telur, terigu dan lainnya. Tapi, sekarang sudah berkembang. Sekarang bayar listrik sudah bisa disini, kemudian fashion, dan menyediakan kebutuhan persiapan khitanan dan pernikahan juga," kata dia seraya menambahkan kedepannya akan menambah jenis usaha lainnya.

Anggota DPRD Provinsi Jabar Komisi II Bidang Ekonomi dan Koperasi, Sari Sundari mendukung peran koperasi. Betapa tidak, pandemi covid-19 telah meluluhlantahkan ekonomi masyakarat.

"Peran koperasi ini penting sekali di tengah pandemi. Koperasi bisa jadi andalan ketika sekarang masyakarat terhimpit persoalan ekonomi," katanya saat melakukan kunjungan kerja meninjau Koperasi Syariah Baitul Mu'minin.

Berita Terkait : Koperasi Digital Solusi Indonesia Bantu Minimalisir Penyebaran Covid-19

"Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir ya, sehingga semuanya bisa hidup normal kembali. Soalnya, tidak semua koperasi yang ada di Jawa Barat bergerak mantap seperti koperasi KSBM ini," tambah Sari.

Ditegaskan, dewan perwakilan rakyat akan melakukan dukungan penuh bagi para anggota koperasi di seluruh Jawa Barat, khususnya koperasi Syariah Baitul Mu'minin (KSBM).

Dukungan berupa materi, penyuluhan, bimbingan teknis pengelolaan koperasi dan bimbingan bagaimana mengelola koperasi itu supaya kedepannya bisa melahirkan usaha-usaha baru.

"Kita terus mendukung ya, dukungan terus kita upayakan. Kedepan, kita juga akan buat koperasi berbasis digital jadi biar lebih mudah, laporan tentang pembukuan nanti tidak tertulis lagi secara manual, tapi menggunakan basis digital, lebih mudah dan praktis," pungkasnya. [D.R]