Dark/Light Mode

Pasien Covid-19 Naik Terus, Duh Masuk Rumah Sakit Harus Ngantre Panjang

Kamis, 21 Januari 2021 12:33 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Ist)
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto prihatin dengan tingkat hunian rumah sakit yang saat ini tergolong sangat tinggi. Saat ini, kata Darmadi, masyarakat sudah mulai banyak mengeluh karena akses untuk perawatan di rumah sakit kini makin sulit.

"Saya ini sekarang banyak menerima curhat dan keluhan dari masyarakat. Rumah sakit itu banyak penuh sekarang. Untuk bisa masuk itu, harus antre panjang," kata Darmadi, Kamis (21/1).

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, keluhan masyarakat untuk mendapat akses rumah sakit disikapi secepatnya. Sebab tingkat keterpenuhan rumah sakit ini tentu akan terus meninggi jika jumlah penderita Covid-19 terus bertambah.

Berita Terkait : Duh, Beban Nakes Semakin Berat Aja

Belum lagi pasien yang dalam kondisi parah dengan tingkat saturasi oksigen rendah. Tentu tidak bisa lagi menunggu dan harus mendapat pertolongan medis secepatnya.

"Pemerintah harus punya contingency plan atau rencana cadangan. Jangan sudah meledak baru siapkan fasilitas," imbaunya.

Pemerintah, sambung politisi yang terpilih dari dapil DKI Jakarta ini, harus proaktif dan responsif terhadap keluhan masyarakat utamanya di wilayah yang tingkat penderitanya terbilang tinggi seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Berita Terkait : Gawat, Rumah Sakit Mulai Nolakin Pasien

Salah satunya dengan segera memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat rumah sakit mana saja yang masih memiliki kamar perawatan kosong. Sebab situasi saat ini masyarakat seperti kebingungan akibat minimnya informasi dan terbatasnya akses rumah sakit.

"Kasihan masyarakat. Negara harus hadir. Rumah-rumah sakit dengan peralatan lengkap harus diinfomasikan segera biar masyarakat tidak kebingungan. Karena saya prihatin konstituen di dapil saya ini susah sekali," jelasnya.

Lebih lanjut, Darmadi meminta pemerintah segera memenuhi tiga aspek utama dalam penanggulangan Covid-19. Pertama, fasilitas rumah sakit dan puskesmas baik kamar maupun perawatan.

Baca Juga : Espargaro Nggak Sabar Duet Sama Marquez

Kedua, informasi terkait ketersediaan rumah sakit dan informasi lainnya bagi masyarakat dalam hal penanggulangan Covid-19. Sebab masyarakat saat ini bingung, begitu mengalami gejala atau terkena Covid-19, mereka kebingungan upaya-upaya medis yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Dan ketiga, yang paling penting yakni sumberdaya manusia untuk dokter dan perawat.

"Harus diperhatikan bagaimana kebutuhan dokter dan perawat. Apa dari sisi suplai sudah cukup atau nggak. Kalau kurang apa contingency plan kalau dokter dan perawat ini kurang. Sekarang ini banyak pertanyaan ke kita, kalau kena Covid-19 apa langsung rumah sakit, puskesmas atau bagaimana? Informasi rumah sakit yang kosong juga harus diinfokan dengan jelas, termasuk tata cara prosedurnya," katanya.  [KAL]