Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bantu UMKM, DPR Desak BUMN Permodalan Beri Formulasi Jitu
Selasa, 23 Februari 2021 08:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan penopang utama bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan presentase 51 persen, namun kini terdampak pandemi Covid-19.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menekankan, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) serta BUMN di bidang permodalan diminta berperan dalam memberikan formulasi yang tepat, sehingga dapat membantu pelaku UMKM.
"PDB kita itu terbesar dari pelaku UMKM, yaitu di atas 51 persen. Maka kita tekankan betul peran LPDB, peran permodalan madani kemudian peran pegadaian, peran bank-bank himbara lainnya, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian BUMN, termasuk KPPU supaya size ekonomi untuk UMKM itu baik sektor finansial dan sektor pasarnya tidak menjadi suatu kendala dalam proses recovery dampak pandemi ini," terang Aria Bima dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2).
Baca juga : Azis Syamsuddin: DPR Terbuka Revisi UU Otsus Papua
Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini melanjutkan, permodalan UMKM itu menurutnya berbeda antara modal tetap dan modal kerja. Sehingga dirinya meminta agar dicarikan formula permodalan yang bervariasi.
Hal itu mengingat jika kemacetan di modal tetap terjadi, maka pihak perbankan atau pemberi modal harus menyiapkan skenario penyelesaian yang konkret.
"Saya sangat percaya dengan optimalisasi pengawasan Komisi VI terhadap UMKM, baik masalah anggaran, menyangkut BUMN maupun perbankan komersial, akan membuat status skenario UMKM mampu bernavigasi dalam situasi pandemi saat ini maupun pascapandemi. Supaya PDB kita yang penopang utamanya adalah UMKM, tidak mengalami suatu kendala yang mana sekarang masih minus," jelas wakil rakyat asal Jateng itu.
Baca juga : Darmadi Minta Roadmap UMKM Segera Disusun
Hasil survei PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk sebelumnya menunjukkan pelaku UMKM tetap optimistis, meski di tengah tantangan pemulihan ekonomi usai terkontraksi karena pandemi. Diketahui, hasil survei Aktivitas Bisnis UMKM BRI pada kuartal IV 2020 mengindikasikan kegiatan usaha UMKM sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tercermin pada BRI Micro & SME Index (BMSI) yang turun dari 84,2 pada kuartal III menjadi 81,5 pada kuartal IV 2020.
Meski begitu, ekspektasi BMSI yang tetap di atas ambang batas 100 menunjukkan pelaku UMKM masih optimistis menyongsong kuartal I 2021. Survei BRI belum lama ini pun memberikan temuan menarik, yakni walaupun penilaian pelaku UMKM terhadap perekonomian secara umum menurun, penilaian terhadap kinerja pemerintah masih tetap tinggi.
Hal itu ditunjukkan dari meningkatnya indeks kepercayaan pelaku usaha (IKP) UMKM kepada pemerintah pada kuartal IV 2020 dari level 126,8 ke level 136,3 di kuartal sebelumnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya