Dark/Light Mode

Tak Disangka, Merauke Punya Potensi Jadi Lumbung Padi Nasional

Selasa, 6 April 2021 23:20 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) saat menerima Bupati Merauke Romanus Mbaraka, di Jakarta, Selasa (6/4). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) saat menerima Bupati Merauke Romanus Mbaraka, di Jakarta, Selasa (6/4). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menuturkan, sejarah mencatat pada tahun 1905 pemerintah kolonial Belanda pernah menjadikan Merauke sebagai lumbung beras dengan mencetak seribu hektar sawah. Langkah tersebut hingga kini harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Sebagai wilayah paling ujung timur Indonesia, Merauke harus tetap menjadi lumbung beras nasional.

"Kementerian Pertanian mencatat, Merauke memiliki lebih dari 2,5 juta hektar lahan potensial yang bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi produksi padinya cukup tinggi. Salah satunya ditunjukkan dengan hasil BPTP (Badan Pengkajian Teknologi Pertanian) pada tahun 2017 dengan teknologi Jarwo Super (varietas INPARI 32, pemupukan berimbang, penggunaan alsintan, dan lain-lain) mampu menghasilkan lebih 8 ton per hektar bila dibandingkan dengan produktivitas gabah rata-rata di Kabupaten Merauke sekitar 4 sampai 4,5 ton per hektar," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima Bupati Merauke Romanus Mbaraka, di Jakarta, Selasa (6/4).

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Basarnas Diperkuat Dan Hadir Di Semua Kota/Kabupaten

Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, data BPS mencatat sepanjang, Januari-Mei 2021, perkiraan produksi beras yang digiling dari gabah padi mencapai 17,51 juta ton dari seluruh wilayah Indonesia. Sementara, kebutuhan beras untuk konsumsi di periode yang sama mencapai 12,33 juta ton. Dari tujuh besar provinsi penghasil besar, Papua belum termasuk di dalamnya. Padahal, potensinya sangat besar. 

"Nomor satu ditempati Jawa Timur dengan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 4,20 juta ton. Kemudian Jawa Tengah dengan GKG sebesar 4,10 juta ton. Disusul Jawa Barat dengan GKG mencapai 2,54 juta ton. Kelak di masa mendatang, kita berharap produksi GKG dari Papua, melalui Merauke, bisa masuk dalam tujuh besar nasional," papar Bamsoet. 

Berita Terkait : Pemuda Pewaris Kepemimpinan Nasional, Jangan Abai Realita Sosial

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, di 2021 ini, Merauke menargetkan luas lahan tanam padi mencapai sekitar 63.785 hektar. Sehingga mampu menghasilkan sekitar 141.764 ton beras. Sementara, kebutuhan beras masyarakat Merauke sekitar 25 ribu ton. Sehingga, sisanya bisa dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya ke Jawa.

"Dengan dukungan pertanian dari saudara sebangsa di Merauke, maupun dari berbagai daerah lumbung beras lainnya, Indonesia bisa surplus beras. Sehingga tidak harus mengandalkan impor. Antar wilayah bisa saling men-support sebagai bentuk gotong royong," ujar Bamsoet. 

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Semua Anggota MPR Aktif Tangkal Terorisme Dan Radikalisme

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum IMI mendukung beroperasinya Sirkuit Freegeb Waninggap Sai Gau Tak yang berada di Kabupaten Merauke, di daerah kebun coklat, Distrik Tanah Miring, yang akan dipergunakan untuk PON Papua 2021. Sirkuit motor yang akan dipakai PON 2021 itu berdiri di atas lahan seluas 26,5 hektare. Di antaranya untuk road race menggunakan lahan 16,5 hektare, untuk sirkuit motor cross menggunakan lahan 6,2 hektare, dan untuk star menggunakan lahan 3,8 hektar.

"Sirkuit dilengkapi dengan sarana pendukung, tribun VIP, dan tribun biasa dengan daya tampung 1.000 penonton. Lalu, ada juga paddock area, gedung sekretariat, rumah jaga, toilet umum, sarana air bersih, dan lainnya," pungkas Bamsoet. [USU]