Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terima Panitia Indonesia Pasti Bisa, Bamsoet Dorong Penguatan Karakter Bangsa

Kamis, 15 April 2021 23:50 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) menerima menerima pengurus Yayasan Bentang Merah Putih dan Yayasan Pandu Pemimpin Cinta, di Jakarta, Kamis (15/4). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) menerima menerima pengurus Yayasan Bentang Merah Putih dan Yayasan Pandu Pemimpin Cinta, di Jakarta, Kamis (15/4). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung event 'Nasional Is Me-Indonesia Pasti Bisa' yang diselenggarakan Yayasan Bentang Merah Putih bersama Yayasan Pandu Pemimpin Cinta. Sebagai salah satu event virtual expo, 'Nasional Is Me-Indonesia Pasti Bisa' menawarkan berbagai webinar kebangsaan serta workshop seru dan menarik. Tujuannya, untuk memperkuat jiwa nasionalisme, khususnya kepada para generasi muda bangsa.

"Event tersebut bisa dijadikan sebagai pendorong dalam mensukseskan agenda prioritas pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam penguatan karakter bangsa. Serta sejalan dengan visi MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat yang memiliki tugas mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, kepada setiap elemen bangsa," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima pengurus Yayasan Bentang Merah Putih dan Yayasan Pandu Pemimpin Cinta, di Jakarta, Kamis (15/4).

Berita Terkait : Surveyor Indonesia Pamerkan Layanan Berbasis Drone Pada Hannover Messe 2021

Hadir Pengurus Yayasan Bentang Merah Putih dan Yayasan Pandu Pemimpin Cinta, antara lain Penyanyi Bams Samson, Lianto Lee, Yohana Elizabeth, Dedi Junaidi dan Rapper Yosi Mokalu.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, penguatan karakter bangsa merupakan upaya keberlanjutan yang tidak hanya berhenti dalam satu masa saja. Melainkan terus berlanjut hingga kapanpun. Hal tersebut semakin menemukan urgensinya jika melihat berbagai survei yang ada mengenai kondisi mentalitas bangsa. 

Berita Terkait : Kunjungi IIMS 2021 Bareng Menperin, Bamsoet Dorong Percepatan Migrasi Kendaraan Listrik

Survei yang dilakukan Universitas Islam Negeri Jakarta pada 2020 menunjukkan 57 persen guru dari tingkat RA/TK sampai MA/SMA memiliki pandangan yang intoleran. Mayoritas guru Muslim, sekitar 75 persen, mendukung pemerintahan berdasarkan syariat Islam. 

"Survei lainnya dari Komunitas Pancasila Muda yang dilakukan pada akhir Mei 2020 mencatat hanya 61 persen responden yang merasa yakin dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan dengan kehidupan mereka. Sementara 19,5 persen bersikap netral, dan 19,5 persen lainnya menganggap Pancasila hanya sekedar istilah yang tidak dipahami maknanya," jelas Bamsoet.

Berita Terkait : Tarif Pelayanan Di Priok Naik, Pengusaha Kompak Dukung

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengajak para generasi muda untuk segera mendaftarkan dirinya ikut serta dalam event 'Nasional Is Me-Indonesia Pasti Bisa'. Pendaftaran bisa dilakukan melalui website https://nasionalisme.or.id/.

"Melalui acara ini, para generasi muda bangsa bisa mendapatkan banyak insight dan pengetahuan positif tentang pentingnya merawat kemajemukan bangsa. Terlebih acara ini menekankan penanaman delapan nilai pembangunan karakter, yang terdiri dari kejujuran, saling menghormati, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, kewarganegaraan, pengorbanan, dan kebersamaan," pungkas Bamsoet. [USU]