Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tarik Minat Generasi Muda Ke Sawah

Senator: Ayo, Gencarkan Program Petani Milenial

Kamis, 22 April 2021 06:35 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin. (Foto: Facebook/@SBNupdate)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin. (Foto: Facebook/@SBNupdate)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendesak pemerintah serius memperhatikan profesi petani di Tanah Air. Pasalnya, jumlah angkatan muda profesi petani turun drastis, bahkan terancam ‘punah’ pada tahun 2063.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin mengatakan, porsi petani muda semakin menurun dibanding profesi lainnya. Kemajuan teknologi dan industri lebih menarik kaum milenial.

Berita Terkait : Percepat Kedaulatan Energi, PGN Siapkan 7 Program Gasifikasi Nasional

“Kondisi ini harus diantisipasi semua pihak, menemukan solusi dalam mewujudkan regenerasi petani,” ujar Sultan melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pada tahun 2063, tak ada lagi profesi petani seiring dengan turunnya pekerja di sektor pertanian. Sebab, para pemuda desa lebih memilih bekerja di kota besar, ketimbang menjadi petani di desanya.

Berita Terkait : DPR: Harga Gabah Stabil, Kesejahteraan Petani Naik

Sultan mengatakan, pada tahun 1976 proporsi pekerja Indonesia di sektor pertanian mencapai 65,8 persen. Namun, angka tersebut terjun bebas pada tahun 2019, menjadi 28 persen.

Data itu membuktikan, profesi petani kalah jauh dibandingkan profesi lainnya.

Berita Terkait : Menteri Bintang Minta Pemda Kawal Dana Perlindungan Perempuan Dan Anak

“Karenanya, pemerintah perlu membuat strategis khusus kepada generasi muda (milenial) agar berminat menjadi petani di masa mendatang,” tegas Senator asal Bengkulu itu.

Sultan menambahkan, langkah awal untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan melawan stereotip terhadap kesejahteraan kehidupan para petani. Bahwa petani itu orang susah dan miskin. Makanya, generasi muda lebih memilih sektor pekerjaan lain dibanding hidup dalam sektor pertanian.
 Selanjutnya