Dark/Light Mode

4.124 Pemudik Positif Corona, Bamsoet: Ini Peringatan!

Selasa, 11 Mei 2021 21:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyoroti adanya temuan hasil tes acak dalam Operasi Ketupat 2021 yang menyebutkan ada 4.124 pemudik terkonfirmasi positif Covid-19. Bamsoet, sapaan akrab Bambang, berharap, temuan ini bisa menjadi peringatan bagi semua pihak.

"Saya meminta pemerintah dan seluruh pihak agar menjadikan temuan tersebut sebagai peringatan tentang risiko penularan yang masih tinggi serta potensi lonjakan kasus aktif Covid-19 pasca libur Lebaran," ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (11/5).

Berita Terkait : Universitas Udayana Dukung MPR Bisa Tetapkan PPHN, Bamsoet Happy

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memandang, pemerintah perlu bergerak cepat dalam mencegah lonjakan kasus aktif Covid-19 yang terjadi dengan melakukan beberapa upaya. Antara lain membuat pedoman rekayasa dan kesiapan layanan kesehatan jika terjadi lonjakan kasus. "Dan melakukan koordinasi antar Satgas Penanganan Covid-19 mulai dari tingkat nasional sampai tingkat kelurahan/desa serta menerapkan pembatasan mobilitas secara ketat," imbuhnya.

Bamsoet meminta pemerintah, khususnya pemerintah daerah, lebih menggencarkan pengetesan dan penerapan isolasi mandiri untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 di daerah. Langkah itu penting karena banyaknya masyarakat yang nekat melakukan perjalanan mudik ke sejumlah daerah.

Berita Terkait : Terjaring Tes Acak, 4.123 Pemudik Positif Covid-19

"Pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 daerah untuk memastikan pemudik yang teridentifikasi positif Covid-19 dari pemeriksaan acak diawasi secara ketat ketika melakukan isolasi mandiri apabila harus kembali ke daerah asal maupun ke daerah tujuan mudik," katanya.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini juga mengimbau seluruh daerah untuk bersiap menangani dan menerima lonjakan kasus pasca libur Lebaran. Sebab, tren mobilitas penduduk nasional menunjukkan kenaikan pada tujuh hari terakhir. [USU]