Dark/Light Mode

Berdayakan UMKM, Perusahaan Ini Dapat Acungan Jempol Ketua MPR

Sabtu, 5 Juni 2021 00:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo meninjau hasil UMKM sekaligus operasional pabrik RAPP, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (4/6). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo meninjau hasil UMKM sekaligus operasional pabrik RAPP, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (4/6). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari group usaha Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) yang dalam kegiatan usahanya memproduksi kertas PaperOne, juga turut mengembangkan program usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Melalui program kemitraan micro, small medium enterprise (MSMEs), aktivitas perusahaan juga fokus memberikan perlindungan dan pemulihan UMKM, khususnya di tengah pandemi Covid-19. 

"Dari program tersebut, lahir CV Mitra Riau Andalan, yang memproduksi sabun mandi berbahan alami, sabun cuci tangan, sabun cuci piring, sabun pembersih lantai, dan hand sanitizer. Ada pula Rumah Madu Andalan, wadah bagi para petani Madu Sialang menyalurkan hasil panennya dengan harga kompetitif, serta Rumah Batik Andalan sebagai wadah pembinaan terhadap para pengrajin batik dengan keunggulan Batik Motif Bono," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai meninjau hasil UMKM sekaligus operasional pabrik RAPP, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (4/6). 

Turut hadir Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho, Bupati Pelalawan Zukri Misran, Wakil Bupati Pelalawan Nasaruddin, Ketua DPRD Pelalawan Baharuddin, Wakapolres Pelalawan Kompol Raden Edi Saputra, dan Dandim 0313/KPR Letkol Inf Leo Octavianus Sinaga. Sementara Direksi RAPP yang hadir antara lain Presiden Direktur Sihol Aritonang, Chief Operations Officer Edward Ginting, dan Direktur Operational Support Ali Sabri Nasution. 

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, pemberdayaan UMKM tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) guna mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pada akhir 2020 lalu, APRIL Group juga telah mencanangkan APRIL 2030, sebagai wujud dukungan sinergitas pelaku usaha swasta dengan pemerintah menyukseskan SDGs 2030. 

"APRIL 2030 berisikan aksi nyata menjawab masalah iklim, lingkungan, dan masyarakat. Antara lain dengan menekankan iklim positif, lanskap yang berkembang, kemajuan inklusif, dan pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan melakukan aksi nyata dengan memperkuat pemanfaatan energi terbarukan ramah lingkungan. Tujuannya memenuhi 90 persen kebutuhan energi pabrik dan 50 persen energi operasional," jelas Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, operasional perusahaan mampu memproduksi hingga 2,8 juta ton pulp dan 1,15 juta ton kertas per tahun. Menggunakan mesin dan teknologi kelas dunia untuk menghasilkan produk pulp dan kertas yang berkualitas untuk dipasarkan di seluruh dunia. Mengedepankan prinsip lean manufacturing yang menghasilkan praktik efisien dalam penggunaan energi dan air serta meminimalisir emisi 

"Menjadikannya sebagai lima pabrik pulp dan kertas terefisien di dunia. Sebanyak 90 persen air yang digunakan oleh pabrik didaur ulang. Perusahaan juga mewajibkan para pemasok serat menunjukan seluruh izin dan berasal dari kayu yang dipanen secar legal, serta harus mematuhi kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan milik Group APRIL," terang Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, keberadaan APRIL Group secara konsisten memberikan kontribusi siginifkan terhadap perekonomian lokal, daerah, dan nasional. Terlihat dari hasil studi yang dilakukan Unit Penelitian Ekonomi dan Sosial Universitas Indonesia. 

"Dampak yang diberikan antara lain berkontribusi dalam 6,9 persen ekonomi Riau; 5,4 persen pendapatan rumah tangga di Riau; menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja; menciptakan lebih dari 90.000 kesempatan kerja tidak langsung; berkontribusi 2,29 kali lipat pada pendapatan provinsi; serta 2,36 kali lipat pada pendapatan rumah tangga dan 5,70 kali lipat pada pendapatan pekerja," pungkas Bamsoet. [USU]