Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kunjungi Pabrik PHC Indonesia

Alkes Masih Impor, Bamsoet Miris

Jumat, 13 Agustus 2021 15:55 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: ist)
Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengingatkan agar pengadaan alat kesehatan (alkes) yang tengah dilakukan pemerintah memprioritaskan alkes buatan dalam negeri.

Menurut Bamsoet-sapaan Bambang Soesatyo-hal itu mengacu pada pelaksanaan Inpres No.6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang ditandatangani Presiden Jokowi 8 Juni 2016. 

Bamsoet mengatakan, saat ini 90 persen alkes masih menggunakan produk impor. Padahal sudah cukup banyak produk dalam negeri yang sudah cukup bersaing.

“Inpres itu adalah political will Presiden Jokowi sehingga harus menjadi semangat membangun kemandirian sektor kesehatan nasional. Saya miris dengan kenyataan sekarang produk alkes produksi anak bangsa belum mendapat perhatian yang layak,” ujarnya saat mengunjungi pabrik PHC Indonesia di Cikarang, Jumat (13/8). Pada kesempatan itu, Bamsoet didampingi Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel.

Berita Terkait : Bamsoet: Saatnya Prioritaskan Produk Alkes Dalam Negeri

Padahal, kata Politisi Golkar itu, diantara produk impor sebetulnya produk dalam negeri yang diekspor. Kemudian masuk lagi lewat broker dalam pengadaan di dalam negeri.

Bamsoet mengakui, cukup surprise dengan kemampuan PHC Indonesia yang telah mampu mengembangkan berbagai alat kesehatan termasuk ventilator dan cool box yang sangat dibutuhkan di era pandemi Covid-19 ini. Ventilator dengan brand Vent-I merupakan kerja sama PHC-Indonesia dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang uji klinis yang dilakukan Unpad. 

Alat ini diproduksi dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri 42,2 persen. Produk ini dirancang oleh ITB kemudian disempurnakan dan diproduksi oleh PHC Indonesia. 

Ventilator ini telah memenuhi standar  internasional untuk alat kesehatan, yaitu International Electronical Commission (IEC 60601) dan standar persyaratan ventilator (IEC80601), standar kompatibilitas elektro magnetik (Electro Magnetic Compatibility/ EMC) EN55011-CISPR 11. Produk ini juga telah lulus Uji Klinis oleh Universitas Padjadjaran dan lulus uji produk oleh BPFK Kemenkes dan telah mendapatkan Ijin Edar dari Kemenkes.

Berita Terkait : Menteri KKP Klaim Laut Indonesia Bebas Cantrang

Menurut Bamsoet, pengembangan produk seperti ini harus mendapat perhatian pemerintah. Sangat disayangkan jika anggaran pemerintah untuk pengadaan alkes hanya dinikmati produk impor.

“Impor tidak hanya menghabiskan devisa tapi juga membuat upaya membangun kemandirian di sektor kesehatan akan semakin jauh,” tegas Bamsoet.  

PHC Indonesia adalah pionir produsen alat kesehatan berbasis elektronika dalam negeri yang sudah beroperasi sejak 1991. Sejak awal 2021, bekerjasama dengan ITB PHC Indonesia telah memproduksi ventilator karya anak bangsa, tipe Continuous Positive Airways Pressure (CPAP) Vent-I Essential 3.5. Disamping itu, perusahaan sejak lama juga telah memproduksi serangkaian alat pendingin (refrigerator dan freezer) yang sangat dibutuhkan untuk penyimpanan vaksin. 

“Kami sangat menghargai kunjungan Bapak Ketua MPR Bambang Soesatyo. Ini adalah bentuk dukungan yang sangat berharga bagi PHC Indonesia untuk terus berkontribusi menyediakan alkes berbasis elektronika yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi pandemic Covid-19,” kata Chasri Idham Associate Director PHC Indonesia.

Berita Terkait : Selesai Karantina, NOC Indonesia Kembalikan Atlet Ke Federasi Nasional

Sebelumnya, PHC Indonesia juga telah mendapat kunjungan Menristek Prof. Bambang PS Brodjonegoro dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Keduanya sangat terkesan dengan kualitas berbagai alkes produksi PHC Indonesia yang sudah mampu menuhi berbagai standar nasional dan internasional di bidang elektronika dan kesehatan. [DIT]