Dark/Light Mode

Setuju Ada Opsi Selain PeduliLindungi

Puan: Yang Tak Punya HP Pun Berhak Akses Fasilitas Publik

Senin, 27 September 2021 13:04 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Dok. DPR)
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani menyambut baik rencana Pemerintah untuk tidak menjadikan aplikasi PeduliLindungi sebagai satu-satunya perangkat bagi masyarakat guna mengakses ruang atau transportasi publik. Menurutnya, menyediakan opsi lain memang penting dilakukan guna menjamin hak semua warga negara.

"Menyediakan opsi lain di luar aplikasi PeduliLindungi penting dilakukan pemerintah untuk menjamin hak warga negara," kata Puan, di Jakarta, Senin (27/9), seperti dikutip Antara.

Ketua DPP PDIP opsi lain itu penting karena tidak semua warga memiliki ponsel pintar yang memadai untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Dengan adanya opsi lain, yang tidak memiliki ponsel pun tetap bisa mengakses fasilitas atau transportasi publik.

"Setiap warga negara yang punya telepon pintar canggih atau kurang canggih atau bahkan yang tidak punya smartphone sekalipun harus memiliki hak sama untuk mengakses ruang dan transportasi publik," pesannya.

Putri bungsu Megawati Soekarnoputri itu menambahkan, apa pun opsi yang disediakan nanti, Pemerintah juga harus memastikan perlindungan data pribadi warga negara. Hal itu karena segala mekanisme pasti menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai data utama.

"Apa pun nanti sistem atau alat baru yang akan digunakan, Pemerintah harus pastikan alat yang memuat data pribadi warga negara tersebut antibocor," pesannya.

Dia menegaskan, jaminan itu penting agar tidak ada warga yang dirugikan akibat kebocoran data pribadinya. Apalagi, Pemerintah melibatkan pihak swasta untuk mengintegrasikan sistem aplikasi PeduliLindungi dengan sistem aplikasi lain milik swasta.

"Kerja sama dengan swasta dalam bentuk integrasi sistem ini harus jelas betul aturan mainnya. Agar data pribadi warga negara bisa terlindungi dengan baik, dan tidak jatuh kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti pinjol ilegal dan sebagainya," pesannya lagi. [USU]