Dewan Pers

Dark/Light Mode

BSSN Harus Mampu Tegakkan Kedaulatan Indonesia di Dunia Siber

Selasa, 21 Mei 2019 21:35 WIB
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Bambang Soesatyo mendukung penunjukan mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI (Purn) Hinsa Saburian sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN). Bambang menyatakan, peraih Adhi Makayasa atau penghargaan taruna terbaik Akmil 1986 ini punya segudang pengalaman yang mumpuni untuk meningkatkan kinerja BSSN.

“Ancaman terbesar di era saat ini bukan lagi sekadar mengandalkan kekuatan invansi militer. Melainkan telah bergesar kepada cyber crime, cyber attack, maupun cyber war. Di bawah kepemimpinan Hinsa Saburian, BSSN harus semakin menegakkan kedaulatan Indonesia di ranah siber,” ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, di Jakarta, Selasa (21/5).

Berita Terkait : Tol Laut Lokomotif Pembangunan Indonesia Timur

Politisi Partai Golkar ini berharap, dalam menjalankan keamanan siber, BSSN mampu bekerja secara efektif dan efisien. Yaitu dengan cara memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

“Bahkan untuk memudahkan kerja, BSSN juga perlu membuat cyberthreat map (peta serangan siber) sebagai big data untuk kemudian dianalisis berbagai potensi dan pola serangannya,” tutur Bamsoet.

Berita Terkait : Saham Garuda Indonesia Sempat Anjlok 5,85 Persen

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, tidak hanya dalam hal penanganan serangan siber saja, BSSN diharapkan juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi data pribadi. Sebab, perkembangan internet yang semakin melesat, selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif. Salah satunya menyangkut perlindungan data pribadi.

“Cybersecurity culture dalam ekosistem digital di Indonesia masih belum tumbuh. Karena itu, perlu kesadaran semua pihak, baik pemerintah yang diwakili BSSN, private sector maupun dari sisi konsumen sendiri. Sehingga setiap pihak memiliki kesadaran untuk turut memonitor dan menyadari resiko saat menggunakan jaringan digital,” pungkas Bamsoet. [ONI]