Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terima DPRD Kebumen, Bamsoet Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 13 Oktober 2021 22:01 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) saat menerima Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, di Jakarta, Rabu (13/10). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) saat menerima Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, di Jakarta, Rabu (13/10). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi kerja sama DPRD Kabupaten Kebumen dan Pemkab Kebumen yang telah bergotong royong mengesahkan perubahan APBD Kebumen tahun anggaran 2021 pada Jumat (8/10). Perubahan APBD tersebut telah disesuaikan dengan alokasi dana transfer dari Pemerintah Pusat.

Dalam APBD itu, pendapatan daerah ditetapkan menjadi Rp 2,73 triliun. Antara lain bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar 63,01 persen, pajak daerah 25,45 persen, retribusi daerah 7,39 persen, dan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 4,15 persen. 

Berita Terkait : Bamsoet Dukung Lomba Debat Dan Penulisan Essay Empat Pilar MPR

“Dengan disahkannya APBD perubahan tersebut, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Kebumen pada sisa tahun anggaran 2021 bisa berjalan lancar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, di Jakarta, Rabu (13/10).

Komisi D DPRD Kebumen yang hadir antara lain, Ketua Bambang Sutrisno, Wakil Ketua Pawit, Sekretaris Saman Halim, serta para anggota Gigih Basokayadi dan Sri Susilowati.

Berita Terkait : Konsil Kedokteran Berperan Penting Dalam Pelaksana Aturan Kesehatan

Legislator Dapil Jawa Tengah VII (Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen) ini menjelaskan, Komisi D DPRD Kebumen sedang mengajukan Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Taman Bumi Geopark Karangsambung-Karangbolong. Raperda ini guna mengantisipasi kondisi alam di kawasan geopark yang kian rusak.

"Melalui Raperda tersebut, diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dari kerusakan. Serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses edukasi. Sehingga bisa mewujudkan keseimbangan antara pembangunan sosial ekonomi dengan perlindungan lingkungan, demi terciptanya pembangunan berkelanjutan," jelas Bamsoet.

Berita Terkait : Keren, RI Peringkat Kelima Dunia Vaksinasi Terbanyak

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga mendukung langkah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang menjadikan Kebumen sebagai pilot project dalam hal pengentasan kemiskinan ekstrem. Dengan cara melalui pendekatan mikro atau pendekatan tingkat desa.

"Data dari Pemkab Kebumen mencatat, jumlah orang yang masuk dalam kategori miskin ekstrim ada sekitar 4 persen atau sekitar 14 ribu jiwa. Tersebar di di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sempor, Sadang, Alian, Karangsambung, dan Karanggayam," pungkas Bamsoet. [USU]