Dewan Pers

Dark/Light Mode

Masa Depan Makin Kompleks, 3 Hal Ini Harus Dilakukan Para Santri

Rabu, 20 Oktober 2021 22:59 WIB
Refleksi Hari Santri Nasional (HSN) 2021, di kediaman Pengasuh Ponpes Al Madina Gunungpati Semarang, Habib Umar Muthahar, Rabu (20/10). (Foto: Dok. PKB)
Refleksi Hari Santri Nasional (HSN) 2021, di kediaman Pengasuh Ponpes Al Madina Gunungpati Semarang, Habib Umar Muthahar, Rabu (20/10). (Foto: Dok. PKB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Refleksi Hari Santri diharapkan bisa memberi motivasi semangat bagi kaum santri untuk terus belajar dan semangat meningkatkan kualitas mereka menatap masa depan yang semakin penuh tantangan. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar saat menghadiri Refleksi Hari Santri Nasional (HSN) 2021 atau yang ke-6, di kediaman Pengasuh Ponpes Al Madina Gunungpati Semarang, Habib Umar Muthahar, Rabu (20/10).

Politisi yang akrab disapa Cak Imin ini menyebut, ada tiga hal mendesak yang harus dilakukan kaum santri menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks. Pertama, kaum santri harus menjadi penopang kekuatan ekonomi baru di tengah terpuruknya ekonomi nasional akibat pandemi. Kedua, santri harus melek teknologi dan ilmu pengetahuan sehingga bisa menghasilkan generasi yang sesuai dengan tantangan zaman. Ketiga, pesantren untuk menjadi penjaga nilai dan akhlak bangsa. 

Berita Terkait : Mulai Senin Depan, Ganjil-Genap Kembali Berlaku Pagi Dan Sore

Imin mendorong pesantren untuk menjadi supporter pembangunan nasional. “Pembangunan nasional memerlukan peran pesantren sebagai lembaga yang mencetak generasi berakhlakul karimah,” ucap Ketua Umum PKB tersebut.

Selain itu, politisi yang kini ingin dipanggil Gus Muhaimin ini menyatakan, peran pesantren dalam dunia pendidikan nasional sekaligus menjadi solusi yang belakangan tertimpa krisis akibat pandemi. Salah satu buktinya adalah, ketika sekolah-sekolah formal pada tutup karena tidak bisa melaksanakan pendidikan karena pandemi, pesantren tetap berjalan dengan lancar.

Berita Terkait : Mau Perpanjang SIM Hari Ini? Yuk Catat Lokasinya Di Sini

“Banyak sekolah di kampung-kampung libur tidak ada kegiatan belajar, pesantren tetap berjalan dengan lancar, baik SMP-nya, SMA-nya, SMK-nya, maupun Aliyahnya. Semua berjalan normal menggunakan sistem isolasi mandiri dalam satu komplek pesantren tertutup dan prokes yang tepat, alhamdulillah tidak ada masalah,” tuturnya.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh. Antara lain Habib Umar Muthahar, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, serta sejumlah Kiai dan Habib di wilayah Semarang. Nampak pula hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlory. [TIF]