Dark/Light Mode

DPR Harap BUMN Holding Pariwisata Pulihkan Ekonomi Nasional

Sabtu, 23 Oktober 2021 18:48 WIB
Wakil Ketua Komisi VI DPR Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih (baju putih) saat kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Kamis (21/10). (Foto: Ist)
Wakil Ketua Komisi VI DPR Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih (baju putih) saat kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Kamis (21/10). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rombongan Komisi VI DPR melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali pada Kamis (21/10) untuk meninjau perkembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Pariwisata.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR asal Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih atau Demer. Turut hadir pula dalam rapat Arya Sinulingga, Staf Khusus III Kementerian BUMN, Dony Oskaria Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan Faik Fahmi Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero).

Demer berharap BUMN Holding Pariwisata ini mampu berperan memulihkan kondisi pariwisata yang terpuruk karena pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Banyak Cara Untuk Selamatkan Garuda

"BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung kita harapkan mampu memberikan peran terhadap pemulihan sektor pariwisata, tentunya yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional," ujar Demer.

Demer menyampaikan, Pandemi Covid-19 merupakan momentum penguatan koordinasi lintas sektor, sehubungan dengan tantangan di bidang pariwisata yang berat, BUMN sebagai agent of development perlu berkontribusi dalam pemulihan sektor pariwisata.

"Dalam kunjungan kerja Komisi VI ini kami ingin memperoleh gambaran secara langsung mengenai perkembangan dan permasalahan yang dihadapi BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung," tegas Demer.

Berita Terkait : Dasco Minta Polri Tindak Tegas

Holding BUMN Pariwisata & Pendukung resmi beroperasi dengan terbitnya PP Nomor 104 Tahun 2021 tanggal 06 Oktober 2021, terdiri dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai induk holding dan 5 anggota holding.

Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata mengalami kontraksi yang luar biasa. Pertumbuhan ekonomi Bali selama kuartal I tahun 2021 tercatat terkontraksi minus 9,85 persen dibandingkan periode sama tahun lalu year on year (YoY). 

Pada triwulan II 2021, BPS mencatat perekonomian Bali mengalami pertumbuhan positif 2,83 persemln (YoY) meningkat dari -9,81 persen (YoY) pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran kebijakan PPKM selama triwulan II 2021 memberikan ruang gerak bagi sektor pariwisata dan sektor terkait untuk mendorong perbaikan ekonomi. [FAQ]