Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar mengklaim diri sebagai salah satu partai modern di Indonesia. Buktinya, partai yang dikomandoi Airlangga Hartarto itu menerapkan sistim merit alias sistem berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dalam menentukan calon pemimpin partai.
“Semua orang berkesempatan yang sama menjadi kader terbaik dalam Partai Golkar, apabila mau mengikuti proses pengkaderan,” ujar Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Tren Merger Operator Telko Positif Buat Konsumen Dan Pemerintah
Pria yang akrab disapa Dave Laksono ini merespons isu politik bertajuk ‘oligarki’ yang belakangan ini hangat diperbincangkan. Oligarki, kerap disebut biang kerok mandeknya kemajuan bangsa karena mengutamakan kepentingan kelompok atau keluarganya di dalam sebuah sistem politik.
Termasuk di dalam partai politik. Oligarki kerap disebut menghambat tokoh-tokoh muda atau politisi yang bukan dari klan elite partai. Dave menjamin, di Golkar dipastikan tidak terjadi hal demikian.
Baca juga : PNM dan SMF Berkolaborasi Berikan Program Pembiayaan Mikro Perumahan
Dave menceritakan, ketika dirinya berkontestasi sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957 medio 2021-2026. Kala itu, Dia berkompetisi dengan politisi senior Azis Syamsuddin. Singkat cerita, Dave menang dan saat ini menjabat sebagai Ketum Kosgoro 1957 sekaligus Ketua DPP Partai Golkar.
Moncernya karier politik Dave, disebutkan karena dirinya terus terus memperbaiki kemampuannya menjadi lebih baik, pun silaturahmi politik juga harus dilakukan. Anggota Komisi I DPR ini mengamini, terkadang suhu politik meninggi di saat prosesi berdemokrasi di internal partai. Namun, semua kembali bersatu.
Baca juga : Milenial Ogah Dinasti Politik, Pilihannya Ganjar Dan Erick
“Bersaing itu hal yang lumrah dan normal, asal jangan saling menjatuhkan, dan untuk menggapai kemenangan secara umum,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya