Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengingatkan pihak-pihak yang mendukung wacana penundaan Pemilu 2024 atau perpanjangan masa jabatan Presiden, agar menghitung potensi risiko yang muncul.
Menurutnya, ada tiga risiko yang harus diterima pihak-pihak yang mendukung penundaan Pemilu.
Pertama, publik menganggap pihak tersebut tidak sejalan dengan Presiden Jokowi. Mengingat mantan Gubernur DKI itu pernah menegaskan penolakan masa jabatan tiga periode.
Baca juga : Ketua DPD Minta Elit Partai Jangan Bikin Gaduh Soal Pemilu Ditunda
Kedua, ada risiko partai ditinggalkan pemilihnya. Djayadi menilai, partai politik sebetulnya sudah bisa membaca kecenderungan sikap publik, yang menolak penundaan Pemilu. Termasuk, sikap para pemilih partai.
"Ketiga, penundaan Pemilu sebetulnya merugikan partai karena terjadi pelambatan proses sirkulasi elit dan membuat persiapan Pemilu menjadi lebih lama," ujar Djayadi kepada RM.id, Kamis (10/3).
Namun, Djayadi curiga, sikap parpol lain di mulut lain di hati. Bisa jadi, parpol tersebut tidak menginginkan penundaan Pemilu.
Baca juga : Menpora Ingin Judo Indonesia Tampil Di Olimpiade
"Tapi ada kekuatan cukup besar yang menghendaki penundaan Pemilu itu. Tiga partai (PKB, PAN, Golkar) yang menyuarakan penundaan itu tampaknya berhasil didesak oleh kekuatan tersebut, untuk menyuarakannya dengan berbagai risiko yang saya sebutkan tadi," ungkap pengamat jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Soal penundaan Pemilu, PDIP sebagai parpol utama yang mendukung pemerintah, telah menegaskan penolakannya.
Dasarnya macam-macam. Mulai dari penegasan Jokowi yang berulang kali ogah memperpanjang masa jabatan presiden, menabrak konstitusi, hingga mayoritas masyarakat yang menolak presiden menjabat lebih dari dua periode.
Baca juga : Laskar Ganjar-Puan Tolak Pemilu Ditunda
Kemarin, penegasan tersebut kembali disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto khawatir, penundaan Pemilu bisa menciptakan krisis.
"Kita sudah melakukan mekanisme periode 5 tahunan kepemimpinan, mulai dari bawah ke atas. Ketika kultur tersebut dirombak, tentu akan menciptakan krisis," tegas Hasto. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya