Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tanggapi Deklarasi Gerindra-PKB

Hasto: Gus Dur Titipkan Cak Imin Ke Ibu Mega

Kamis, 23 Juni 2022 18:52 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Foto: Istimewa)
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meyakini komunikasi politik yang dilakukan tokoh bangsa positif untuk kemajuan. Termasuk, komunikasi yang dilakukan antar elit politik belakangan ini.

Pernyataan ini disampaikan Hasto menanggapi pertanyaan wartawan perihal rencana deklarasi partai Gerindra dan PKB, di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan, Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (23/6).

Hasto mengatakan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terus membangun dialog, termasuk dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Berita Terkait : Barikade Gus Dur Ingatkan Cak Imin Santun Berpolitik

"Ya kalau Cak Imin ini memang kita ketemu dengan Bu Mega kemarin juga dialog-dialog itu penuh canda," kata Hasto.

Hasto menceritakan dialog yang terjadi antara Megawati dengan ketua umum partai jelang pelantikan menteri kabinet hasil reshuffle beberapa waktu lalu di Istana Kepresidenan Jakarta.

"Jadi (Prabowo dan Cak Imin) sambil menanyakan, Ibu Mega kan membawa tongkat pusaka, ini dari mana, ini unik ini dan terjadi lah dialog tentang tongkat Ibu Mega itu," ceritanya.

Berita Terkait : Jawab Isu Harun Masiku Dan Hasil Survei, Firli Buktikan dengan Kerja

Menurut Hasto, hubungan Megawati dengan Prabowo dan Cak Imin cukup baik dan cair. Tak jarang, pertemuan antar tokoh bangsa itu kerap dibumbui canda tawa dan cerita-cerita lucu.

"Bahkan (Cak Imin) dititipkan (ke Megawati) oleh Gus Dur. Kemudian bertemu dengan Pak Prabowo. Ya silaturahim kan suatu hal yang baik suatu hal yang positif untuk bertemu," tandas Hasto.

Diketahui, Gerindra dan PKB kembali bertemu Rabu (22/6) malam. Dalam pertemuan yang dihadiri masing-masing Sekjen Partai itu dibahas peluang pencalonan Prabowo-Muhaimin pada Pilpres 2024 mendatang. Bahkan, PKB mewacanakan deklarasi dilakukan di IKN Nusantara. ■