Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sulit Kerek Elektabilitas

PSI Disaranin Bonceng Barisan Ganjar Pranowo

Senin, 4 Juli 2022 07:35 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. (Foto: Istimewa)
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diprediksi sulit melakukan branding menuju Pemilu 2024. Hal ini salah satu imbas dari sikapnya yang bertentangan dengan arus pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mau dicapreskan. Menyiasati itu, PSI disaranin dompleng nama besar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Suka tidak suka, senang tidak senang, PSI kudu menyantel capres lain, salah satunya Ganjar untuk bisa menaikkan popularitas dan elektabilitasnya,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Doktor Ilmu Politik ini menganalisa, PSI dalam posisi sulit meraih simpati publik karena keputusannya berseberangan dengan Anies Baswedan. Pasalnya, Sang Gubernur, merupakan salah satu kandidat capres populer dengan indikasi selalu di papan atas bursa Capres 2024.

Berita Terkait : Relawan Jokowi Keliling 34 Provinsi Gelar Musra Indonesia

Dosen Universitas Al Azhar, Jakarta itu menilai, sikap atau narasi yang dibangun PSI dengan menghajar lawan politik dianggap tidak populis dan mengecewakan publik, termasuk para pendukungnya.

Belajar dari Pemilu 2019, PSI menjual program dan dianggap sebagai partainya anak muda. “Tapi ternyata faktanya kan, hanya jualan anak muda tetapi sama dengan partai yang lain,” kelakarnya.

Oleh karena itu, sebaiknya PSI terus mengambil sikap berada di barisan Pemerintah. Termasuk, mendukung penuh Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024. Sudah menjadi rahasia umum, mendukung Ganjar, seolah menjadi fatsun politik pro-Jokowi. “Yang kita tahu, PSI juga pendukung Jokowi. Atau memang arahnya ke Ganjar, bukan yang lain,” sebutnya.

Berita Terkait : Elektabilitas Erick Thohir Moncer Kerek Suara Capres

Ujang menilai, sulit jika PSI berusaha memblow-up nama partai untuk berjaya di Pemilu 2024. Apalagi, berupaya atas nama dan perjuangan partai dengan target bisa menembus ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) sebesar empat persen.

Sekalipun tampil bukan sebagai partai baru, PSI belum mendapatkan momentumnya sebagai antitesa terhadap partai yang sudah ada saat ini. Memang, paling rasional saat ini adalah mendompleng Capres populer seperti Ganjar Pranowo. Belakangan, PSI berani menampilkan baliho berlogo partai dengan menyandingkan foto Ganjar di sisi kanannya. “Ya memang itu bagian dari pada strategi, apakah efektif atau tidak, kita tunggu saja. Namanya juga usaha,” terangnya.

Sebelumnya, PSI menggunakan strategi baliho capres jagoannya di Pilpres 2024. Mulai dari membalihokan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, sebagai wujud program Rembuk Rakyat sembilan nama Capres PSI di pesta demokrasi mendatang. ■