Dewan Pers

Dark/Light Mode

Paloh-Puan Ketemuan

Langkah Politik Anies-Ganjar Makin Berat

Selasa, 23 Agustus 2022 08:03 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu Ketua Umum NasDem Surya Paloh. (Foto: Instagram Puan)
Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu Ketua Umum NasDem Surya Paloh. (Foto: Instagram Puan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan antara PDIP dengan Partai NasDem belakangan ini langsung cair, usai Puan Maharani dan Surya Paloh ketemuan. Tak hanya penuh keakraban, Paloh mengaku mulai kepincut dengan sosok Ketua DPR itu. Omongan Paloh ini, bisa membuat langkah politik Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang masuk dalam radar capres Nasdem, akan makin berat. 

Pertemuan antara Puan Maharani dan Surya Paloh terjadi di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta, kemarin. Siang. Puan hadir dalam kapasitasnya sebagai juru lobi partai yang mendapat penugasan dari Ketum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Sebagai juru lobi, Puan ditugaskan untuk melakukan komunikasi politik dengan partai-partai terkait koalisi di Pilpres 2024.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Puan tiba di NasDem Tower. Dia datang bersama sejumlah petinggi PDIP. Ada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Bendahara Umum Olly Dondokambey, Ketua Bappilu Bambang “Pacul” Wuryanto, hingga sejumlah pengurus serta anggota DPR dari PDIP. 

Tiba di markas NasDem, Puan mendapatkan sambutan meriah dari tuan rumah. NasDem menyambut Puan dengan personel lengkap. Selain Surya Palah, ada Sekjen NasDem Johnny G Plate; Wakil Ketua Badan Legislasi yang juga Ketua DPP NasDem Willy Aditya; hingga Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum NasDem Rachmat Gobel. 

Keakraban langsung terlihat, ketika Puan bertemu dengan Paloh. Masih dalam jarak 2 meter, Paloh sudah membentangkan tangannya untuk memeluk. Tanpa sungkan, Puan pun menerima pelukan hangat Paloh. Rauh wajah bahagia terpancar dari Paloh dan Puan. 

Kemudian Paloh mengajak Puan dan pengurus PDIP masuk ke salah satu ruangan. Pertemuan digelar secara tertutup.

Setelah hampir 2 jam, rombongan PDIP dan NasDem akhirnya ke luar ruangan. Paloh dan Puan lalu menggelar konfrensi pers untuk menjelaskan pertemuan yang baru saja terjadi. 

Berita Terkait : Pesan Menteri Basuki: Lulusan Politeknik PU Harus Jadi Petarung Kuat

Dalam keterangannya, Puan mengatakan, pertemuannya dengan NasDem  berlangsung dalam balutan suasana yang hangat dan kekeluargaan. "Sesudahnya, saya disuguhi makanan yang enak sekali," kata Puan. 

Menurut Puan, pertemuan itu bukan sebatas silaturahmi antar partai politik. Namun, kedekatan antara junior dengan seniornya. “Juga pertemuan antara orang tua, seorang om, yang kemudian menjamu keponakannya," tambahnya. 

Apa yang dibahas? Kata Puan, pertemuan ini membangun sinergi untuk memastikan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap terjaga menjelang Pemilu Serentak 2024. "Bagaimana membangun bangsa dengan bersama, komunikasi, dan sinergi menuju Pemilu 2024; sehingga persatuan dan kesatuan tetap bisa berjalan sebagai Republik Indonesia," ungkapnya. 

Sementara, Paloh berbicara lebih serius ihwal pertemuan kali ini. Bahkan, tanpa ragu-ragu Paloh sedikit menyinggung soal Pilpres 2024. Bos Media Group ini bilang, dari hasil pertemuan itu, dia mengaku terpencut dengan sosok Puan. 

 "Mbak Puan ini juga masuk radar capres dari NasDem,” jawab Paloh. 

Dengan memasukkan Puan dalam radar capres NasDem, Paloh menjawab kemungkinan adanya perubahan bakal calon yang akan diusungnya pada Pilpres 2024. Seperti diketahui, pada Rakernas NasDem (17/6), Paloh mengungkapkan 3 nama tokoh yang akan diusung sebagai capres. Mereka adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. 

"Pada Rakernas, menempatkan nama Mas Ganjar jadi salah satu bakal calon (dari Partai NasDem) itu benar, tapi suasana itu berkembang dan dinamis sekali. Saya kedatangan Mbak Puan, ini kan saya lihat-lihat juga," kata Paloh.

Berita Terkait : Tiba Di Jepang, Tim Bulu Tangkis Merah Putih Siap Bertarung

Terkait kemungkinan adanya perubahan hasil rakernas soal 3 nama itu, Paloh meminta masyarakat menunggu. Alasanya, suasana dalam pencalonan capres menuju Pemilu 2024 itu sangat dinamis. "Mengutip kembali pepatah kuno Inggris, dari gelas ke bibir, banyak hal yang bisa terjadi," beber Paloh. 

Apa pertemuan selesai di sini? Paloh bilang, NasDem dan PDIP akan menggelar pertemuan-pertemuan lanjutan untuk membahas peluang kerjasama di Pilpres 2024. "Itulah kita lihat ke depan. Ini pertemuan awal akan ditindaklanjuti, dilihat," imbuhnya. 

Pernyataan Paloh dibenarkan anak buahnya, Ahmad Ali. Wakil Ketua Umum NasDem itu mengungkapkan, partainya masih terbuka soal siapa pasangan capres yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. "Bisa saja nanti ada Mbak Puan (dicalonkan). Kita juga belum tahu kebijakan PDIP karena arahan ketua umumnya," sebut Ali.

Namun, pertemuan antara bosnya dengan Puan belum membahas mengenai rencana pencapresan. Sebab, menurut anggota Komisi III DPR itu, dibutuhkan pertemuan yang cukup intensif untuk membahas persoalan pencapresan. 

"Masak, berdiskusi satu kali, kita bicara Pilpres," pekik Ali. 

Terpisah, politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno menyebut politik itu susah ditebak. Tergantung suhu dan cuaca politik. "Jadi semua masih mungkin. Ini lah yang membuat politik menjadi seni yang mengasyikkan, penuh kejutan dan hal-hal tak terduga," tandas Hendrawan. 

Sementara itu, sejumlah analis mencium ada perubahan peta koalisi parpol di balik pertemuan PDIP dan NasDem. Pendiri Indonesia Political Power, Ikhwan Arif menyebut, safari politik PDIP untuk menggenjot nama Puan jelang Pilpres 2024. 

Berita Terkait : Pemuda Langkat Suarakan Ganjar Presiden 2024

“Pertemuan ini bukan sekedar penjajakan koalisi saja, tetapi sekaligus branding nama Puan Maharani sebagai capres terkuat PDIP," kata Ikhwan dalam keteragannnya, kemarin. 

Di sisi lain, Pengamat Politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad beranggapan Puan itu ditokohkan di partainya. Makanya, pertemuan Puan dengan Paloh bisa saja menghambat energi Anies dan Ganjar yang wacananya akan diusung NasDem. "Sebagai elit utama dari partai terbesar, tentu Puan punya peluang untuk dimajukan sebagai capres," jelas Saidiman, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengklaim, langkah Ganjar lebih sulit dibanding Anies. Tertutup Puan. "Posisi Anies masih memungkinkan untuk skema cawapres, berbeda dengan Ganjar yang jika ia teramputasi dari PDIP, maka hampir semua partai dipastikan menjauhinya," tukas Dedi saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin. 

Sementara, penilaian berbeda diungkapkan Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari. Dia meyakini, bagi NasDem elektabilitas adalah harga mati. Kecuali kalau elektabilitas Puan bisa melompat ke papan atas. 

"Pertemuan ini lebih kepada soal mencairkan komunikasi antara PDIP dan NasDem yang belakangan ini seperti kaku. Lalu memang Mbak Puan sedang keliling dan komunikasi politik dengan semua partai," pungkas Qodari.