Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Pilih Cawapres Ganjar

Kata Puan, Mega Tak Akan One Man Show

Kamis, 10 Agustus 2023 09:01 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (Foto: Instagram Puan)
Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (Foto: Instagram Puan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menegaskan partainya terbuka terkait usulan nama-nama Cawapres untuk Ganjar Pranowo. Meskipun keputusan ada di tangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan bilang, ibunya itu tak akan one man show. Nantinya, partai koalisi, termasuk Ganjar, akan dilibatkan dalam memutuskan sosok yang dipilih menjadi Cawapres.

Pernyataan Puan ini disampaikan menanggapi isu yang sedang berkembang di internal PPP, rekan PDIP dalam koalis pengusung Ganjar. Saat ini, di internal PPP sedang ramai isu “Jika Sandiaga Tak Cawapres.” Isu ini sebagai sindiran kader PPP yang ingin dilibatkan dalam penentuan Cawapres untuk Ganjar.

Menanggapi kekhawatiran itu, Puan menjamin partainya akan melibatkan mitra koalisi saat menentukan Cawapres. Bahkan, Ganjar selaku Capres yang diusung koalisi, akan diberi ruang mengungkapkan unek-uneknya untuk memilih siapa yang pantas mendampinginya.

"Pastinya akan kita bicarakan, dan kemudian melibatkan Capresnya juga. Apakah kemudian Capresnya berkeinginan seperti apa, bagaimana, dan sebagainya," tutur Puan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Baca juga : Paulus Tannos Ubah Nama Dan Kewarganegaraan, KPK Kembali Ajukan Red Notice

Ketua DPR ini meminta kepada semua pihak tidak berpikiran macam-macam soal penentuan Cawapres Ganjar. PDIP  menerima seluruh usulan nama-nama untuk dijadikan Cawapres Ganjar. Nantinya, usulan tersebut akan dibabas bersama mitra koalisi, termasuk PPP. Ketum PDIP, tidak akan jalan sendirian untuk memutuskan Cawapres tanpa membahas dengan koalisi dan Ganjar.

"Itu sudah jadi satu hal yang disepakati antara Ketua Umum PDIP dengan Ketua Umum PPP. Jadi, tidak ada hal yang nantinya tidak dibahas. Namun, semua akan dibicarakan bersama," tegas Puan.

Apa tanggapan PPP? Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengapresiasi Puan telah mengeluarkan statement seperti itu. "Ya sejatinya teman koalisi kan begitu. Semuanya dilibatkan. Nanti didiskusikan, dibicarakan," kata Baidowi, tadi malam.

Dia tidak mempermasalahkan PDIP akan menyepakati nama Cawapres Ganjar bersama-sama. Yang penting, PPP keukeuh mengajukan Ketua Badan Pemenangan Pemilunya, Sandiaga Uno sebagai Cawapres Ganjar. Sebab, nama Sandi sudah diputuskan lewat hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).

Baca juga : Para Ibu Yuk Merapat! Pesan Ganjar Buat Anak Ini Bisa Ditiru Lho

Baidowi memastikan tak ada nama selain Sandi dari PPP. "Kemudian nanti kita serahkan ke mekanisme politik untuk hasilnya. Yang penting kan sekarang berikhtiar dulu," pesan Sekretaris Fraksi PPP DPR RI itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menyebut internal partainya mendengar adanya kemungkinan Sandi tidak dipilih jadi Cawapres Ganjar. Bukan tidak mungkin jika partainya balik badan dari poros PDIP.

"Muncul seperti itu kan pasti, kan teman-teman di PPP juga mendengar ada kemungkinan Pak Sandi juga tidak dipilih. Kan begitu," beber anggota Komisi III DPR itu kepada wartawan, Selasa (8/8).

Arsul bercerita, partainya memahami jika kerja sama yang dijalin dengan PDIP tidak dilandaskan pada kontrak politik apapun. Namun, ia mengibaratkan PPP bukan partai yang dimiliki oleh pemegang saham. Artinya, setiap kader bebas menyuarakan pendapatnya.

Baca juga : Cawapres Minimal 35 Tahun, Banteng Menolak Gerindra Menerima

"Maka berkembang juga, antara lain kalau Pak Sandi tidak jadi Cawapres, harus bagaimana PPP? Kalau pertanyaannya seperti itu, apakah tetap ada koalisi ini atau kemudian itu. Kan masih berkembang," ungkapnya.

Diakui Arsul, diskursus soal sikap maupun arah koalisi ini mencuat karena sejatinya akar rumput PPP tidak semua mendukung Ganjar. Ada juga kader yang mendukung Anies Baswedan atau Prabowo Subianto.

"Tapi itu tadi, PPP berbeda. Tidak bisa partai ini dikomando harus tegak lurus, tidak boleh tengok kanan kiri. Nggak bisa kalau di PPP," tegas Arsul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.