Dark/Light Mode

Bertemu Airlangga

Bamsoet: Kami Sepakat Cooling Down untuk Turunkan Tensi Politik

Sabtu, 28 September 2019 12:42 WIB
Bambang Soesatyo (kiri) dan Airlangga Hartarto (kanan). (Foto: Istimewa)
Bambang Soesatyo (kiri) dan Airlangga Hartarto (kanan). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR, Bambang Soesatyo, yang juga menjabat Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar sepakat dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk cooling down. Keduanya mampu nengenyampingkan konstetasi menjadi konsolidasi. Kesepakatan diambil terkait dengan situasi politik Tanah Air terakhir yang sangat panas. Selain, diperlukan suasana kondusif di internal Partai Golkar menjelang pelantikan anggota parlemen serta presiden-wakil presiden.

"Kita semua menyaksikan situasi politik Tanah Air satu pekan terakhir yang sangat panas. Demonstrasi mahasiswa terjadi hampir di seluruh daerah. Apa pun penyebabnya situasi tersebut telah mengganggu stabilitas politik nasional. Kemarin saya dan Pak Airlangga sudah bertemu dan sepakat menurunkan tensi politik di internal Partai Golkar, mengurangi ketegangan dan menghindari perpecahan di internal partai. Kami siap menanggalkan ego dan kepentingan masing-masing guna mendukung serta mensukseskan agenda-agenda besar di Tanah Air dan jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dalam lima tahun ke depan," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet, di Jakarta, Sabtu (28/9). 

Berita Terkait : Bamsoet Pastikan DPR dan Pemerintah Kaji Ulang Pasal KUHP Terkait Pers

Bamsoet menilai, sebagai partai politik tertua dan besar di Indonesia, kondisi yang terjadi di internal Partai Golkar turut memengaruhi kondisi politik nasional. Karenanya, kekuatan Partai Golkar tak boleh tercerai berai, dan harus dikonsolidasikan demi kesuksesan pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi. Karenanya Golkar memiliki tanggungjawab untuk tetap menjaga soliditas dalam menciptakan stabilitas politik nasional. Kami berdua sepakat bekerjasama mengembalikan kejayaan dan kekuatan Partai Golkar agar bisa maksimal membantu jalannya roda pemerintahan Presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin," urai Bamsoet.

Berita Terkait : DPR Dorong KLHK Bentuk Gugus Tugas Cegah Karhutla

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, konsolidasi internal Partai Golkar diperlukan mengingat tanggal 1 Oktober mendatang terdapat agenda nasional pelantikan anggota DPR RI. Kemudian dilanjut dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2019.

"Kedua peristiwa politik ini harus dipastikan berlangsung dalam situasi aman dan damai. Karena itulah potret situasi keamanan dan stabilitas politik Indonesia  yang akan disaksikan oleh seluruh dunia. Sekali lagi, kita perlu menjaga bersama situasi nasional agar proses politik tersebut memberikan pesan penting kepada dunia bahwa Indonesia aman," tegas Bamsoet. 

Berita Terkait : Anggota DPR Harus Berani Bicara dan Dekat dengan Wartawan

Tak hanya dalam menjaga kondusifitas politik nasional, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memandang kiprah Partai Golkar juga sangat diperlukan dalam menjaga hubungan DPR RI dengan pemerintah. Terlebih saat ini Partai Golkar merupakan peringkat kedua dalam perolehan kursi di DPR.

"Kiprah Partai Golkar sebagai partai karya kekaryaan sangat dinantikan sejak awal periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Karena itu, kekuatan Partai Golkar harus dikonsolidasikan sejak sekarang. Sehingga begitu pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin dilantik, Partai Golkar sudah tancap gas mendorong keberhasilan pemerintahan. Tidak lagi sibuk menghidupkan mesin, apalagi sibuk bertikai di rumah sendiri," pungkas Bamsoet. [USU]