Dark/Light Mode

Dekan FISIP UGM: Remaja Bernegara jadi Contoh Pendidikan Politik Rakyat

Jumat, 21 Februari 2025 19:12 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Apresiasi positif dan dukungan terhadap Program ’’Remaja Bernegara’’ oleh Partai NasDem, terus berdatangan.

Kali ini, dukungan datang dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIP UGM) Wawan Mas’udi.

Dia menilai, kegiatan yang digelar Partai NasDem ini menjadi bagian untuk mengembalikan fungsi dasar partai politik yang sering dilupakan. ’

’Ini (Program RBN) bisa menjadi langkah positif untuk kesadaran partai-partai politik di Indonesia bahwa ada tanggung jawab juga bagi mereka untuk melakukan pendidikan politik bagi semua warga negara, termasuk anak muda, sehingga perlu dikemas dengan cara itu,” kata Wawan dalam keterangannya, Jumat (22/2/2025).

Dia menjelaskan, partai politik merupakan pilar penting demokrasi. Sebagai sebagai pilar demokrasi, partai politik mempunyai banyak peran atau tanggung jawab.

Bukan hanya terkait instrumen, kendaraan, atau agensi untuk melakukan pertarungan kekuasaan, menjadi bagian dari pertarungan kekuasaan, atau merebut kekuasaan.

Tetapi lebih dari itu, partai politik memiliki fungsi untuk melakukan pendidikan bagi masyarakat.

Baca juga : Dekan FH UB: Program Remaja Bernegara NasDem Perlu Ditiru Parpol Lain

Peran untuk melakukan fungsi pendidikan politik ini sangat penting. Politik education, politik empowerment, dan civic education perlu dibangun dalam konteks partai politik.

“Selama ini, partai politik di Indonesia seolah-olah hanya menjadi alat atau kendaraan untuk merebut kekuasaan dan sumber daya. Padahal, fungsi partai politik lebih dari itu, ada fungsi yang lebih dari itu,” tuturnya.

Fungsi kedua partai politik adalah melakukan kaderisasi. Indonesia ini sistem kepartaiannya masih terjebak pada sistem kartel.

Kartel yang dimaksud di sini adalah partai politik, menjadi wadah bagi siapa pun, tanpa ada karakteristik ideologi arau arah jelas partai politik ini mau apa.

Karena itu, fungsi kaderisasi ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, sehingga nantinya menghasilkan tokoh-tokoh, figur-figur, dan calon-calon politisi yang memiliki pemahaman jauh lebih komprehensif terkait sistem ketatanegaraan.

Kemudian, fungsi-fungsi yang menjembatani antara masyarakat dan negara, fungsi-fungsi untuk melakukan agregasi dan artikulasi kepentingan masyarakat.

“Ini fungsi partai politik yang bisa dilakukan dengan mengembangkan model-model pengkaderan. Apa yang dilakukan NasDem dengan meluncurkan program Remaja Bernegara menjadi bagian dari kaderisasi proses politik,” jelas Wawan.

Baca juga : Pantang Khianati Rakyat

Pendidikan politik dan kaderisasi politik menjadi dua hal penting. Di luar itu kalau kita belajar politik di banyak negara, profesionalitas dalam mengelola partai politik menjadi sangat penting.

Salah satu bentuk profesionalisasi adalah partai politik mempunyai sayap pengkaderan untuk melakukan kegiatan-kegiatan fungsi-fungsi regenerasi partai politik.

Di Eropa, misalnya Norwegia dan Australia, Partai Sosial Demokrat mempunyai sayap khusus untuk melakukan pengkaderan dari sisi anak muda.

Nah, yang dilakukan Partai NasDem melalui Remaja Bernegara, kata Wawan, merupakan bentuk regenerasi politik ke depan dan sebaiknya dilembagakan.

Kelak, mereka siap mengambil alih kepemimpinan partai, menjadi bagian dari proses menjalankan politik secara benar, dan harus menjadi kandidat politik di semua organisasi, baik di legislatif maupun eksekutif.

“Jadi Nasdem telah melakukan pendidikan politik, kaderisasi politik, yang tentu ada aspek ideologi yang bukan hanya perebutan kekuasaan, tetapi untuk pertanggungjawaban politik dari organisasi partai politik,” jelas Wawan.

Wawan berpesan agar anak muda jangan sampai antipolitik dan apolitis. Harus ada pemahaman bahwa politik itu sesuatu yang baik, bukan sekadar berebut kekuasaan.

Baca juga : 40 Sekolah Swasta Di Jakarta Jadi Contoh Program Sekolah Gratis

Dengan politik, kita bisa memastikan cara mengelola institusi publik kepentingan, dan sumber daya untuk

kemanfaatan masyarakat lebih luas. Oleh karena itu, bagi generasi muda penting untuk memahami suatu saat pada masanya mereka harus menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan.

“Ada elemen-elemen kebjiakan, tanggung jawab sosial, tanggung jawab sebagai warga negara untuk bisa memastikan agar pengelolaan sumber daya bersama benar-benar untuk kesejahteraan dan kemanfaatan rakyat,” pesan Wawan.

Langkah semacam itu tidak bisa tiba-tiba muncul. Empati sosial harus dibangun sejak awal.

Perlu dibangun juga bahwa dalam konteks membangun empati sosial dan solidaritas, anak muda dengan inisiatif-inisiatif yang dibuat oleh NasDem bukan hanya berbicara tentang prosedur pengambilan kebijakan, tetapi substansi kebijakannya apa yang menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dan ideologi.

Sebagai informasi, Remaja Bernegara, merupakan model Parlemen untuk remaja usia 13-19 tahun.

Mereka akan melakukan serangkaian kegiatan, seperti simulasi menjadi anggota dan pimpinan DPR, LSM, Masyarakat, hingga menjadi Kepala Daerah dan Menteri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.