Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenag Dan Kedubes AS Teken Kerja Sama Di Sektor Pendidikan
Rabu, 8 Januari 2025 23:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama Nasaruddin Umar menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) di bidang pendidikan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (8/1/2024).
Kerja sama ini, bertajuk program beasiswa Fulbright yang dikelola American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).
"Intinya antara lain, memberikan kesempatan kepada santri-santriwati, mahasiswa yang berada dalam lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendapatkan beasiswa Fulbright ke Amerika, tentunya yang memenuhi syarat," ujar Nasaruddin.
Dijelaskannya, program Fulbright adalah program pertukaran akademik utama Amerika Serikat yang didirikan dan terus beroperasi sejak 1947, dengan program aktif di lebih dari 160 negara.
Baca juga : Justin Trudeau: Saya Telah Berjuang Selama Ini Untuk Anda
Program Fulbright antara Amerika Serikat dan Indonesia terus beroperasi sejak 1952. Amerika Serikat (AS) telah mengakui American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) sebagai komisi Fulbright di Indonesia sejak dibentuk pada 1992.
Program peningkatan kapasitas ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempromosikan pertukaran budaya serta berbagi wawasan tentang masyarakat dan budaya antara kedua negara.
Kerja sama juga mencakup penempatan tenaga pengajar native speaker dari Amerika Serikat untuk memberikan penguatan bahasa Inggris di madrasah dan pondok pesantren. Kemudian, peluang untuk mengirim dosen-dosen untuk melakukan penelitian di Amerika Serikat atau mengambil visiting scholar di Amerika Serikat di bawah sponsor Fulbright.
Sekaligus, melakukan riset bersama antara scholars Amerika dan scholars Indonesia khususnya di lingkungan Muslim scholars untuk meneliti beberapa kasus.
Baca juga : Menperin-Menaker Sepakat Ciptakan Lapangan Kerja Baru Di Sektor Industri
"Kemudian juga dimungkinkan kalau ada alumni Fulbright nanti datang ke Indonesia itu bisa berkunjung ke pondok pesantren dan memberikan pencerahan, memberikan informasi terutama untuk mengajarkan bahasa Inggris," katanya.
Sang Menteri mengungkapkan, program ini juga memberikan kesempatan kepada para kiai dan pimpinan pondok pesantren berkunjung ke Amerika untuk studi banding. Tujuannya, untuk melihat bagaimana perkembangan peradaban Muslim di Amerika.
"Tidak mesti harus agama Islam saja, tapi kimia, biologi, fisika. Kita juga perlu guru-guru biologi, kimia, fisika di pondok pesantren. Apapun disiplinnya, tergantung peminatannya nanti itu," katanya.
Ihwal kuota, Nasaruddin mengatakan itu kewenangan AMINEF. Terpenting, katanya, adalah mereka yang memenuhi kualifikasi sesuai yang ditentukan penyelenggara.
Baca juga : Erick Minta Waktu Tempuh Kereta Bandara Dipersingkat
Sementara, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir mengatakan kerja sama ini merupakan langkah memperkuat hubungan diplomatik antardua negara.
Harapannya, kerja sama ini membuka lebih lebar pengenalan budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat oleh mereka yang menerima beasiswa AMINEF.
"Ini membuka kesempatan bagi para akademisi dan mahasiswa Indonesia di lembaga pendidikan di bawah Kemenag untuk mengambil beasiswa untuk studi atau penelitian di Amerika Serikat," kata Kalama.
"Dan kesempatan bagi akademisi dan mahasiswa Amerika Serikat untuk mengajar atau melakukan penelitian kolaboratif dengan lembaga-lembaga di bawah Kemenag," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya