Dark/Light Mode

Jelang Musyawarah Daerah

Politisi Golkar Rame-rame Berburu Dukungan Bahlil

Kamis, 17 April 2025 07:30 WIB
kandidat Ketua Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (kanan) bersama Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Foto: Instagram/acho145)
kandidat Ketua Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (kanan) bersama Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Foto: Instagram/acho145)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selepas Lebaran, Partai Golkar dijadwalkan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) se-Indonesia. Berbagai cara dilakukan calon kandidat untuk meraih simpati. Termasuk, sowan kepada Ketua Umum, Bahlil Lahadalia.

Terkini, sowan dilakukan dilakukan calon kandidat Ketua Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin. Melalui akun Instagram miliknya, @acho145, diunggah foto pertemuan dengan Ketum Bahlil di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Di foto yang diunggah itu, Ilham menggunakan baju berwarna kuning, sementara Bahlil menggunakan baju berwarna biru. Keduanya berfoto dengan senyum sumringah. Sontak, Ilham menceritakan kunjungannya itu berbuah kesan ketegaran sikap Bahlil.

"Tidak ada waktu untuk membalas hal negatif dengan hal negatif. Mereka berpikir negatif terhadap seseorang, rata-rata karena belum punya informasi cukup tentang orang itu. Jadi, jangan salahkan mereka,” tulis Ilham.

Baca juga : Menperin Kerek Kerja Sama Industri Petrokimia Dan Hilirisasi

“Kalimat ini saya dengar langsung dari mulut Menteri ESDM yang juga Ketua Umum DPP Golkar @Bahlillahadalia, dalam sebuah pertemuan sederhana di Jakarta baru-baru ini. Sebagai respons dari berbagai dinamika yang banyak menyudutkan beliau. Tanggapan ini mengajarkan tidak ada waktu untuk membalas sikap negatif dengan hal negatif serupa.Terima kasih," tambahnya.

Aksi serupa juga dilakukan petahana Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Herry Asiku. Herry mengaku menyampaikan niatnya langsung kepada Bahlil dalam pertemuan resmi di Jakarta pada Jumat, (11/4/2025).

Herry Asiku menekankan, keinginannya kembali memimpin bukanlah sekadar keinginan pribadi, melainkan semangat pengabdian untuk terus membesarkan partai. Dia juga menegaskan komitmennya terhadap garis organisasi dan etika politik yang selama ini dijunjung tinggi dalam tubuh Partai Golkar.

“Saya datang secara langsung menemui Ketua Umum, Pak Bahlil Lahadalia, untuk menyampaikan keseriusan saya mempertahankan amanah sebagai Ketua DPD I Golkar Sultra. Ini bukan sekadar keinginan pribadi, tetapi semangat pengabdian untuk terus membesarkan partai yang selama ini saya perjuangkan,” tegas Herry seusai pertemuan.

Baca juga : Bupati Indramayu Terancam “Magang” Di Kemendagri

Selama memimpin DPD I Golkar Sultra, Herry Asiku mengaku telah melakukan berbagai langkah konsolidasi internal, termasuk pembenahan struktur dan penguatan koordinasi dengan DPD II di seluruh kabupaten dan kota. Ia menilai, kepemimpinan yang stabil dan inklusif akan membawa Golkar lebih siap menghadapi kontestasi politik ke depan.

“Kita sudah membangun pondasi yang kuat. Tapi kerja belum selesai. Masih banyak yang harus kita benahi, mulai dari penguatan SDM kader, modernisasi sistem kepartaian, hingga menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap Golkar sebagai partai yang hadir untuk rakyat,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengamini fenomena sowan ini. Contoh kasus, menjelang Musda Sulsel, dia juga mengaku hampir didatangi semua calon kandidat.

“Saya harus jujur, hampir semua sudah datang. Ada yang konsultasi, ada yang izin maju, ada pula yang tanya saya dukung siapa," kata Idrus.

Baca juga : Pembangunan IKN Tahap II Mulai Jalan

Menurut Idrus, komunikasi politik bukan sekadar mencari restu, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai etika dalam organisasi partai. Baginya, etika politik tetap harus dikedepankan. Ia menegaskan tidak menutup pintu bagi siapa pun yang ingin berdialog atau berkonsultasi.

"Jadi ada datang mempertanyakan siapa yang Anda dukung, ada yang datang izin mau maju, yah silakan saja. Hampir semua yang ada di sini," katanya.

Meski begitu, Idrus menegaskan, niat membesarkan partai harus menjadi tujuan utama, bukan ambisi pribadi. Idrus berharap, Musda harus menjadi ajang melahirkan pemimpin dari proses politik sehat, bukan hasil kompromi di balik layar.

"Kalau ada kader yang hanya maju karena di-backup atau dilindungi tokoh tertentu, itu bukan kepemimpinan yang sehat. Itu politik peliharaan, dan Golkar tidak boleh menjadi panggung untuk boneka politik,” tegasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.