Dark/Light Mode

Halaqah Ulama & Kader PPP Sepakat Muktamar Pilih Ketum Baru

Sabtu, 3 Mei 2025 22:53 WIB
Ulama dan Kader Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) menggelar Forum Halaqah di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/5/2025). (Foto: Dok. PPP)
Ulama dan Kader Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) menggelar Forum Halaqah di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/5/2025). (Foto: Dok. PPP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ulama dan Kader Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) menggelar Forum Halaqah di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/5/2025). Forum tersebut membahas  berbagai langkah untuk mengembalikan PPP kembali ke Senayan.

Hadir dalam Forum Halaqah Ulama tersebut  Ketua Majelis Syariah KH M Mustofa Aqil Siroj, Ketua Majelis Pertimbangan Muhammad Romahurmuziy, Majelis Kehormàtan  KH Abdullah Ubab Maimoen, Ketua Mahkamah  Partai Ade Irfan Pulungan, Wagub Jawa Tengah Gus Taj Yasin, Sekjen DPP Arwani Thomafi. Selain itu hadir juga Ketua DPW Jawa Tengah, Ketua DPW Banten, Sekretaris DPW Jabar, Sekretaris Jawa Timur dan lainnya.

Forum Halaqoh Ulama dan Kader Peduli PPP telah merumuskan dan menyepakati sejumlah langkah strategis yang harus dijalankan untuk mengembalikan PPP ke parlemen. Ada lima hal yang direkomendasikan peserta Forum Halaqah Ulama di antaranya  meneguhkan dan menguatkan semangat perubahan, menjaga stabilitas organisasi, mengoptimalkan peran pejabat publik kader partai, serta membuka ruang bagi figur-figur potensial internal dan eksternal untuk bergabung dan memperkuat PPP.

"Rekomendasi Forum Halaqah Ulama dan Kader PPP akan menjadi panduan bagi pengurus dan kader dalam menyambut muktamar  yang akan digelar bulan Agustus atau September mendatang," kata Sekjen DPP PPP M Arwani Thomafi di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Sabtu (3/5/2025).

Baca juga : Jalan Kaki 85 Kilometer Pakai Kostum Burung

Lebih lanjut, Gus Arwani Thomafi menjelaskan peneguhan semangat perubahan akan menjadi spirit transformasi PPP untuk Indonesia. Karena itu, PPP perlu menghidupkan semangat perubahan dan transformasi internal sebagai bagian dari revitalisasi partai menuju cita-cita besar membangun Indonesia. 

Selain itu Gus Arwani juga mengungkapkan  untuk menjaga stabilitas dan soliditas internal partai. Karena itu  perlu ditegaskan sikap menolak adanya pergantian Ketua DPW dan DPC menjelang agenda-agenda strategis.

"Pergantian pengurus di saat krusial justru berpotensi mengganggu konsolidasi dan menghambat kerja-kerja politik partai. Fokus utama adalah memperkuat kinerja pengurus yang ada, bukan menggantikannya," ujarnya.

Saat ini semua pengurus dan kader partai yang menjadi  pejabat publik dari PPP, baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif, harus dioptimalkan kontribusinya untuk memperkuat partai. 

Baca juga : Atasi Kemacetan, DKI Dan Banten Sepakat Rute MRT Diperluas Ke Balaraja

 "Salah satu langkah strategisnya  membuat Nota Kesepahaman (MoU) antara pejabat publik dan pimpinan partai di semua tingkatan, yang berisi komitmen kerja nyata, sinergi program, serta tanggung jawab moral untuk membesarkan PPP," beber dia.

Forum Halaqah Ulama dan Kader Partai juga  menyambut baik munculnya figur internal dan eksternal yang mampu menyelamatkan PPP menuju Senayan pada 2029.

Gus Arwani menyampaikan PPP harus bersikap terbuka dan menyambut kemunculan sejumlah nama potensial, baik dari internal maupun eksternal, yang diyakini mampu memperkuat elektabilitas partai menjelang Pemilu 2029.   

"Mereka adalah sosok dengan rekam jejak baik dan kapabilitas mumpuni, yang dapat menjadi motor penggerak kebangkitan PPP. Kehadiran mereka perlu direspons melalui mekanisme penjaringan yang objektif, transparan, dan berbasis pada kebutuhan strategis partai," tegasnya.

Baca juga : Optimalkan Keselamatan Kerja, PDC Gunakan Matting Board di Operasi Migas

Sementara itu Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie mengatakan semangat perubahan telah menjadi spirit para kader dan pengrus partai.Pihaknya juga menegaskan kesiapannya Kota Semarang menjadi tuan rumah muktamar.

"Alhamdulillah Forum Halaqah Ulama dan Kader Partai menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis termasuk menyatakan kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah muktamar," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.