Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengapresiasi langkah Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, yang datang memenuhi panggilan KPK, Jumat pagi (24/1). Menurutnya, kehadiran Hasto itu menunjukkan ketaatan pada hukum.
"Ini hal bagus dan positif. Sekjen partai mengikuti prosedur yang ada. Ini contoh taat asas, taat hukum," kata Ujang, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat siang (24/1).
Baca juga : Kasus Suap Proyek Jalan, KPK Garap Wagub Maluku
Hasto datang memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan terkait kasus suap pengurusan PAW yang menjerat mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, dan kader PDIP, Harun Masiku. Ujang melanjutkan, kehadiran Hasto memenuhi panggilan KPK adalah langkah tepat dalam menyikapi kasus dugaan suap terhadap Wahyu Setiawan.
"Hukum kita menganut asas praduga tidak bersalah. Semua warga negara posisinya sama di hadapan hukum," ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review.
Baca juga : Dalam Kasus Suap Pilog, KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim
Kehadiran Hasto juga membuat posisi PDIP terangkat. "Kalau tidak hadir, itu akan membuat nama dan partainya terpuruk. Menurut saya, sudah tepat hadir dan bisa mengklarifikasi," sambung Ujang.
Hasto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wahyu Setiawan terkait kasus dugaan suap PAW anggota DPR dari PDIP. Dia tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.00 WIB. Hasto datang dengan didampingi ajudan.
Baca juga : Kasus Pencucian Uang, KPK Panggil Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari
Saat ditanya wartawan, Hasto mengaku belum tahu maksud KPK meminta kesaksiannya. Hasto baru akan menjelaskan setelah proses pemeriksaan hari ini selesai. "Nanti akan saya sampaikan," ucap Hasto. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya