Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hardiyanto Kenneth: BAGUNA DKI Dirikan Dapur Umum di Tapteng
Kamis, 11 Desember 2025 11:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meninjau langsung kondisi pasca bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
Dalam kunjungannya, Kenneth menemukan fasilitas dapur umum di lokasi terdampak masih sangat minim.
“Kami dari BAGUNA PDI Perjuangan DKI Jakarta menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Tapanuli Tengah. Dari pemantauan langsung, situasinya masih sangat memprihatinkan. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, akses jalan terputus, dan kebutuhan dasar belum terpenuhi optimal,” ujar Kenneth, di Desa Simarpinggan, Kamis (11/12/2025).
Melihat kondisi tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta itu memutuskan mendirikan posko dapur umum di titik terdampak yang dinilai paling membutuhkan.
Posko berlokasi di SD Simarpinggan, Kecamatan Kolang, wilayah yang menurutnya masih cukup terisolasi pasca bencana.
“Desa ini sulit dijangkau. Karena itu, kami menetapkan lokasi posko di sini agar dapur umum dapat melayani dua desa terdampak,” jelasnya.
Baca juga : Bantu Pengungsi, Ara: Yayasan Buddha Tzu Chi Siapkan 2 Ribu Rumah di Sumatera
Selama peninjauan, Bang Kent, sapaan akrabnya, berdialog dengan para korban. Salah satu keluhan utama warga adalah minimnya dapur umum.
Menindaklanjuti hal tersebut, ia mengerahkan tim BAGUNA PDI Perjuangan DKI Jakarta untuk membuka dapur umum yang menyediakan makanan siap saji mulai sarapan, makan siang, hingga makan malam.
Dapur umum ini juga menyediakan snack, susu, teh, dan kopi yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Selain itu, Kenneth menyalurkan bantuan bagi bayi dan anak sekolah, serta perlengkapan kerja seperti sekop dan cangkul untuk membantu warga membersihkan rumah dari lumpur. Fasilitas cek kesehatan gratis juga disediakan bagi korban bencana.
“Kami juga membawa obat-obatan. Jika ada warga yang sakit dan memerlukan penanganan lebih lanjut, kami siap berkoordinasi dengan pihak Bupati,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Putra asli Sumatera Utara tersebut mengaku tergerak untuk turun langsung melihat kondisi daerah kelahirannya. Ia menilai Tapanuli Tengah merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak longsor di Sumut.
Baca juga : ESDM Turun Tangan Dirikan Dapur Umum di Bireuen, Pengungsi Tak Dibiarkan Lapar
“Kami sangat terbantu dengan dukungan masyarakat dusun ini. Mereka menyambut kami dengan baik dan ikut membantu kebutuhan di dapur umum BAGUNA PDI Perjuangan DKI Jakarta,” ujar Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII itu.
Ia juga mengingat pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang meminta seluruh kader memperkuat gerakan kemanusiaan melalui BAGUNA. Dalam situasi sulit ini, seluruh komitmen kerakyatan harus diwujudkan dengan turun langsung ke masyarakat.
“Pesan Ibu Ketum Megawati, seluruh kader harus membantu rakyat dengan pikiran dan tenaga. Jangan lupa pada rakyat saat sudah menjabat. Teruslah turun ke bawah untuk menangis dan tertawa bersama rakyat. BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta akan selalu konsisten dan tulus membantu korban bencana,” tegasnya.
Kenneth juga mengingatkan masyarakat Tapanuli Tengah untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Menurutnya, longsor sulit diprediksi sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan sambil menunggu informasi resmi mengenai kawasan aman.
Ia memastikan BAGUNA DKI Jakarta terus mendukung posko atau dapur umum lain yang dibuka masyarakat maupun relawan, terutama di wilayah terisolasi.
Bantuan akan diberikan dalam bentuk bahan makanan mentah seperti beras, mi instan, serta obat-obatan bagi warga yang membutuhkan.
Baca juga : PSI Dirikan Dapur Umum dan Posko Bantuan Korban Banjir di Padang
“BAGUNA PDI Perjuangan hadir bukan hanya pada tahap darurat, tetapi juga dalam pemulihan awal. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan menjangkau warga yang paling membutuhkan,” tuturnya.
Setelah sekitar 10 hari bertugas di Tapanuli Tengah, Kenneth berencana mengarahkan bantuan lanjutan ke wilayah Sumatera Barat yang juga terdampak bencana.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga solidaritas dan gotong royong menghadapi situasi ini. Semoga para korban diberi kekuatan, dan daerah terdampak dapat segera pulih,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga 24 Desember 2025 melalui Surat Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/863/KPTS/2025.
Perpanjangan ini dilakukan karena masih banyak daerah terisolasi dan belum pulih sepenuhnya. Berdasarkan data BPBD Sumut per Rabu (10/12) pagi, terdapat 340 korban meninggal dunia dan 128 orang masih dinyatakan hilang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya