Dark/Light Mode

Gema Bangsa Soroti Perlindungan Pekerja Perempuan Usai Tragedi Kereta Bekasi

Rabu, 29 April 2026 09:15 WIB
Ketua Umum Mahadewi Partai Gema Bangsa Ike Suharjo. Foto: Gema Bangsa
Ketua Umum Mahadewi Partai Gema Bangsa Ike Suharjo. Foto: Gema Bangsa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Mahadewi Partai Gema Bangsa Ike Suharjo menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tabrakan kereta api antara Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga para korban luka dapat segera pulih,” ujar Ike dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Diketahui, jumlah korban tewas dalam insiden tersebut mencapai 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.50 WIB di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Baca juga : Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi

Menurut Ike, tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap sistem keselamatan transportasi publik, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan pekerja perempuan yang setiap hari mengandalkan kereta sebagai moda transportasi utama.

Dia menilai, perempuan pekerja merupakan kelompok yang rentan dalam situasi darurat, sehingga aspek keamanan dan keselamatan harus dirancang lebih sensitif gender.

Perempuan memiliki kebutuhan khusus, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, hingga mitigasi risiko saat terjadi kecelakaan. Ini harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan transportasi publik,” tegasnya.

Baca juga : Open Source Perkuat Kedaulatan Digital, Buka Peluang Talenta Muda

Ike juga menyoroti keberadaan gerbong khusus perempuan yang umumnya ditempatkan di bagian belakang rangkaian kereta. Menurutnya, penempatan tersebut perlu dikaji ulang dari sisi keselamatan.

“Dalam kondisi darurat seperti tabrakan atau anjlokan, posisi gerbong sangat menentukan tingkat risiko. Jika gerbong perempuan selalu berada di bagian belakang, perlu ada analisa apakah posisi itu paling aman atau justru sebaliknya,” ujarnya.

Mantan Presenter TvOne ini mendorong Pemerintah dan operator kereta api untuk melakukan audit menyeluruh terhadap standar operasional, termasuk tata letak gerbong, sistem evakuasi, serta kesiapan petugas dalam menangani penumpang perempuan.

Baca juga : Prabowo Perintahkan Layanan Terbaik Untuk Korban Kecelakaan KA Bekasi

Selain itu, Ike mengusulkan adanya peningkatan fasilitas keselamatan di gerbong perempuan, seperti jalur evakuasi yang lebih jelas, alat keselamatan tambahan, serta pelatihan khusus bagi petugas untuk menangani kondisi darurat yang melibatkan perempuan dan kelompok rentan lainnya.

“Perlindungan pekerja perempuan tidak cukup hanya dengan menyediakan gerbong khusus, tetapi juga memastikan mereka berada dalam sistem transportasi yang benar-benar aman, responsif, dan tangguh dalam situasi darurat,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.