Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hanura Imbau Kader Rajin Konsolidasi: Tak Perlu Tunggu Dekat Pemilu
Sabtu, 5 September 2026 12:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Task Force DPP Partai Hanura telah melakukan konsolidasi internal ke 12 provinsi. Terakhir, konsolidasi dilakukan di Provinsi Jambi, Jumat (4/9/2026).
Pelaksanaan konsolidasi di Jambi berlangsung di Hotel BW Luxury. Diikuti ketua, sekretaris dan bendahara DPC Hanura se-Provinsi Jambi. Kegiatan juga dihadiri kader dan simpatisan Hanura yang tersebar di wilayah Jambi.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, terdapat sejumlah persoalan yang ditemukan selama proses konsolidasi di 12 provinsi. Utamanya, kebiasaan kader yang baru sat-set ketika Pemilu semakin dekat.
"Saya melihat problem yang paling utama adalah kemalasan. Karena ada kebiasaan menunggu mendekati Pemilu," kata Rio saat memimpin Konsolidasi Partai Hanura se-Provinsi Jambi di Hotel BW Luxury, Jambi (4/9/2026).
Karenanya, Task Force berupaya mengubah pola pikir kader dalam mengurus partai. Konsolidasi, tegas Rio, tidak boleh hanya dilakukan ketika partai menghadapi verifikasi atau menjelang Pemilu.
"Ada atau tidak ada verifikasi, konsolidasi partai di tingkat kecamatan dan desa harus dibangun," seru Rio kepada kader Hanura Jambi.
Rio bersyukur pola pikir kerja loyo mulai merubah usai Task Force gencar turun gunung. Dia meyakini perubahan cara kerja menjadi modal penting bagi Hanura dalam menghadapi Pemilu 2029.
Baca juga : Sekjen Golkar Minta Kader Kompak Dukung Pemerintah
"Saya rasa semua sekarang sudah berada pada frekuensi yang sama dan menyadari pentingnya konsolidasi struktur partai di Hanura yang selama ini cenderung tidak dilakukan," sebut Rio.
Setelah menyambangi 12 provinsi, Task Force DPP Hanura masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendatangi 26 provinsi lainnya. Rio bilang, safari internal partai akan dikebut dan ditargetkan rampung paling lambat akhir Oktober 2026.
"Perjalanan ini belum sampai 50 persen dari jumlah provinsi yang ada. Hari ini juga bukan akhir dari perjalanan Task Force, tetapi awal dari perjalanan Task Force untuk rebranding ini," sebut Wakil Ketua Umum Hanura itu.
Menurut Rio, konsolidasi di seluruh daerah akan dilakukan dengan standar yang sama. Mulai dari struktur kepengurusan hingga pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC).
Setelah seluruh proses konsolidasi selesai, Hanura akan mengumumkan rebranding secara nasional. Termasuk meluncurkan logo baru partai berlambang Kepala Singa.
"Kami akan mengumumkan kepada publik bahwa Hanura sudah hadir 100 persen dari provinsi sampai ke tingkat desa," katanya.
Rio menyadari proses pembenahan struktur partai tidak bisa dilakukan secara instan. Setelah Task Force datang ke suatu daerah, pengurus setempat masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan konsolidasi.
Baca juga : Task Force Hanura Minta Kader Perkuat Kerja Nyata
"Task Force tidak memegang tongkat Nabi Musa. Semua berjalan melalui proses," aku eks politisi Partai NasDem itu.
Rio optimistis pembenahan struktur dan pola kerja partai secara bertahap akan meningkatkan awareness masyarakat terhadap Hanura. "Kalau awareness naik, elektabilitasnya juga akan naik," yakin Rio.
Di kesempatan sama, Ketua DPD Hanura Jambi Ritas Mairiyanto menuturkan struktur kepengurusan Hanura di 11 kabupaten/kota di Jambi telah terbentuk. Ritas optimistis perolehan kursi dewan dari Fraksi Hanura pada Pemilu 2029 melejit.
"Hari ini kami baru memiliki empat kursi DPRD (se-Provinsi Jambi). Ke depan kami menargetkan di kabupaten/kota masing-masing memiliki tiga kursi, baik di kabupaten/kota maupun provinsi," imbuh Ritas.
Ritas juga menyebut sejumlah tokoh masyarakat Jambi telah merapat bersama Hanura. Bahkan, mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu Hanura pada Pemilu mendatang.
"Seperti yang saya sebutkan, ada Profesor Abdul Bari Azed, yang menjadi Ketua Dewan Pakar Hanura Jambi," ucapnya. "Kalau ada kader yang kurang koordinasi, tidak komitmen membesarkan Hanura ke depan, kami siap melaporkan ke DPP, kita ganti," tegas Ritas.
Menurut Ritas, pihaknya juga menyiapkan strategi untuk menarik lebih banyak tokoh masyarakat dan pemuda bergabung dengan Hanura. Mereka nantinya dipersiapkan menjadi calon legislatif maupun calon kepala daerah.
Baca juga : Hanura Harap DPR Ngebut Bahas RUU Pemilu, Target Rampung 2026
"Insya Allah kami ke depan tidak muluk-muluk. Insya Allah satu kursi DPR RI itu adalah milik partai Hanura," pungkasnya.
Sebelum Jambi, Tim Task Force DPP Hanura yang dinahkodai Rio telah melakukan konsolidasi internal ke 11 provinsi. Yakni Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, dan Bali.
Rio tak sendirian. Ia didampingi Sekretaris Tim Task Force DPP Hanura, Hanurani Prajanto, Bendahara Tim Task Force Indah Sri Rezeki serta tiga anggota Tim Task Force, Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, dan Che Stevan Raihan Capella.
Setiap kali menyambangi grassroots, Tim Task Force DPP Hanura selalu disambut hangat kader dan simpatisan.
Antusiasme mereka terasa sejak rombongan tiba. Lokasi kegiatan pun tampak semarak. Dihiasi deretan bendera Hanura dengan logo Kepala Singa yang berkibar di berbagai sudut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya