Dark/Light Mode

Gelar Konsolidasi Se-Provinsi Jambi

Task Force Hanura Minta Kader Perkuat Kerja Nyata

Sabtu, 5 September 2026 06:45 WIB
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella (tengah/selendang ungu) bersama jajaran pengurus DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Jambi di Hotel BW Luxury, Jambi, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tim Media Hanura Luther)
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella (tengah/selendang ungu) bersama jajaran pengurus DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Jambi di Hotel BW Luxury, Jambi, Jumat (4/9/2026). (Foto: Tim Media Hanura Luther)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura terus berkeliling untuk menggelar konsolidasi dan menyolidkan pasukan. Mereka melakukan konsolidasi dengan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Provinsi Jambi, di Hotel BW Luxury, Jambi, Jumat (4/9/2026).

Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah persoalan saat melakukan konsolidasi di 12 provinsi di Indonesia. Di antaranya, ungkap dia, kebiasaan kader yang baru satset saat memasuki masa kampanye atau Pemilu semakin dekat.

“Saya melihat, problem paling utama adalah kemalasan. Masih ada kebiasaan, melakukan kerja-kerja politik mendekati Pemilu,” ujar Rio saat memimpin rapat Konsolidasi Tim Task Force dengan DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Jambi di Jambi, Jumat (4/9/2026).

Karenanya, lanjut dia, Task Force berupaya mengubah pola pikir kader dalam mengurus partai. Konsolidasi, tegas Rio, tak boleh dilakukan ketika partai menghadapi tahapan verifikasi peserta Pemilu atau menjelang tahapan Pemilu.

“Ada atau tidak ada tahapan verifikasi peserta Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), konsolidasi partai di tingkat kecamatan dan desa harus terus dibangun. Konsolidasi dan soliditas merupakan salah satu kekuatan partai, untuk menghadapi berbagai agenda politik,” cetusnya.

Baca juga : BI Kerek Insentif Likuiditas Demi Dorong Kredit UMKM

Namun begitu, Rio bersyukur, pola pikir kerja loyo mulai berubah setelah Tim Task Force DPP Hanura, turun gunung. Dia meyakini, perubahan cara kerja itu akan menjadi modal Hanura dalam menghadapi kontestasi Pemilu 2029.

“Sekarang, semua kader Hanura sudah berada pada frekuensi yang sama. Kita semakin menyadari dan memahami tentang pentingnya konsolidasi, serta soliditas dan koordinasi lintas struktur dalam menghadapi berbagai agenda demokrasi ke depan,” tuturnya.

Rio menambahkan, Tim Task Force DPP Hanura masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendatangi 26 provinsi lain. Menurutnya, safari internal partai akan dikebut dan ditargetkan rampung paling lambat akhir Oktober 2026.

“Perjalanan ini belum sampai 50 persen dari jumlah provinsi yang ada. Hari ini bukan akhir dari perjalanan Task Force, tapi awal dari perjalanan Task Force untuk rebranding partai,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Hanura itu memastikan, konsolidasi di seluruh daerah akan dilakukan dengan standar yang sama. Mulai dari struktur kepengurusan DPD, DPC, hingga pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC), atau pengurus di tingkat kecamatan.

Baca juga : Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,34 %

“Setelah seluruh proses konsolidasi selesai, Hanura akan mengumumkan rebranding secara nasional. Termasuk, meluncurkan logo baru partai, berlambang Kepala Singa. Di momen tersebut, Hanura akan mengumumkan kepada publik, kami sudah hadir 100 persen dari tingkat provinsi sampai ke desa,” tuturnya.

Rio menyadari, proses pembenahan struktur partai tak bisa dilakukan secara instan. Setelah Task Force datang ke suatu daerah, pengurus setempat masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan konsolidasi.

“Task Force tidak memegang tongkat Nabi Musa. Kami akan memberi kesempatan, agar tahapan konsolidasi di seluruh daerah berjalan melalui proses. Lakukan hal itu sambil melakukan kerja nyata di tengah masyarakat,” pintanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua DPD Hanura Jambi, Ritas Mairiyanto mengatakan, struktur kepengurusan Hanura di 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi telah terbentuk 100 persen. Dia optimistis, perolehan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di tingkat kabupaten dan kota, hingga provinsi, akan bertambah di Pemilu 2029.

“Kami menargetkan, seluruh DPRD tingkat kabupaten dan kota, meraih tiga kursi kursi Dewan. Kami juga akan menambah raihan kursi di DPRD Provinsi Jambi, serta mengantarkan kader Hanura ke Senayan,” ucap Ritas.

Baca juga : Hanya Mitra Bisnis, Beijing Jaga Jarak Dengan Teheran

Dia mengungkapkan, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Jambi telah bergabung dan siap membantu memenangkan Hanura pada Pemilu mendatang. Menurut Ritas, pihaknya juga telah menyiapkan strategi untuk menarik lebih banyak tokoh masyarakat dan pemuda bergabung dengan Hanura.

“Mereka akan dipersiapkan menjadi calon anggota legislatif maupun calon kepala daerah. Target kami ke depan tidak muluk-muluk. Insya Allah satu kursi DPR di Pemilu 2029 adalah milik Partai Hanura,” pungkasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.