Dark/Light Mode

PBB Saranin PAN dan Amien Islah

Senin, 31 Agustus 2020 07:20 WIB
Pendiri PAN Amien Rais (kiri) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat keduanya masih mesra. (Foto: Istimewa)
Pendiri PAN Amien Rais (kiri) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat keduanya masih mesra. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Bulan Bintang (PBB) Randy Bagasyudha menyarankan Partai Amanat Nasional (PAN) segera islah dengan Amien Rais sebelum lahir PAN Reformasi. Selain tidak mudah membangun partai, pecahnya PAN akan berdampak kepada kekuatan politik Islam. 

“Pada intinya kita menghormati hak politik setiap warga negara yang ingin mendirikan partai politik, begitu pula dengan sahabat-sahabat kami di PAN Reformasi,” ujar Randy kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Berita Terkait : Parpol Baru yang Digawangi Amien, Nama dan Logo Mirip PAN

Menurutnya, tidak mudah bagi PAN Reformasi untuk menjadi sebuah partai politik. Banyak yang harus dipenuhi. Pun, ketika berhasil menjadi kontestan Pemilu 2024, umat Islam akan terpecah suaranya dan semakin terpuruk di kancah nasional. Dia pun menyayangkan jika PAN pecah. Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah muncul sempalannya yaitu Partai Gelombang Rakyat (Gelora). Bahkan, sempat muncul wacana parpol bertajuk Masyumi Reborn. 

Mantan aktivis Universitas Indonesia (UI) ini kembali mengingatkan agar para elite parpol berbasis Islam menurunkan ego dan melembutkan hati untuk saling memaafkan. “Ini demi kepentingan yang jauh lebih besar yaitu persatuan kekuatan politik Islam yang lama dirindukan oleh umat,” tegasnya. 

Berita Terkait : Nama Dan Logo Mirip Sama PAN

Peristiwa ini, menurut Randy, secara global semakin membuat terpuruk partai berbasis Islam di kancah politik nasional. Hitungannya, semakin banyak suara umat yang akan hilang, jika pada Pemilu 2024 disuguhkan banyaknya partai Islam. 

“Hal ini sangat membahayakan kekuatan politik Islam ke depan. Analisis dan hitungan kita Pemilu 2024 mungkin akan ada 15 persen suara umat Islam yang hangus akibat ambang batas parlemen dan semakin berpecah belahnya kekuatan elite politik umat Islam,” analisanya. 

Berita Terkait : Zulhas Masih Sayang Amien

Hitungannya, 15 suara umat Islam ini setara dengan 50-70 kursi di DPR/MPR. Jadi akan ada kursi hangus dan hilang sebanyak 50-70 kursi DPR/MPR periode 2024 jika kekuatan politik umat Islam terus berpecah belah. “Nantinya kursi hangus ini akan dikuasai oleh politisi liberal dan sekuler,” pungkasnya. [BSH]