Dark/Light Mode

Gagal Jadi Calon Wakil Gubernur Sulteng

Pasha Ungu Ditunjuk Jadi Ketua DPP PAN

Sabtu, 26 September 2020 07:22 WIB
Wakil Wali Kota Palu Pasha Ungu (kiri) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Foto: Instagram)
Wakil Wali Kota Palu Pasha Ungu (kiri) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah gagal menjadi calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) di Pilkada Serentak 2020, nama Pasha Ungu kembali muncul. Kali ini, vokalis band Ungu itu disebut masuk jajaran elite Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025.

Padahal, sebelumnya nama Pasha tidak disetorkan ke dalam struktur PAN yang disahkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maret 2020. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan Pasha bukan orang baru di PAN. Pasha di pengurusan PAN periode 2015-2020 sebagai Wakil Sekjen. Sekarang di periode 2020-2025, Pasha sebagai salah satu Ketua DPP PAN. “Pasha salah satu kader PAN terbaik,” ungkap Viva kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca Juga : Para Menteri Jadi Omongan

Jadi, lanjut Viva, wajar jika Pasha yang saat ini sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulteng, masuk ke dalam struktur kepengurusan DPP PAN. Apalagi, adanya Pasha di kepengurusan DPP sebagai representasi dari generasi milenial yang berprestasi di bidang seni budaya. “Mas Pasha adalah salah satu artis populer. Lagu-lagunya bernuansa religius, yang napasnya seiring dengan ideologi politik PAN, yaitu nasionalis religius,” ucap Viva.

Senada, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengakui penunjukkan Pasha sebagai salah satu pengurus PAN berhubungan dengan kontestasi di Pilkada Serentak 2020. Pasha memang diproyeksikan sebagai calon Wakil Gubernur Sulteng.

Baca Juga : DKI Kantongi 4,6 Miliar Dari Hasil Denda PSBB

Menurut Eddy, jika pada Pilkada 2020 Pasha jadi maju sebagai kontestan, maka yang bersangkutan tidak bisa memiliki waktu penuh untuk menjadi pengurus DPP PAN. Mengingat pada struktur PAN 2015-2020 Pasha juga didaulat sebagai Wakil Sekjen PAN. Dan akibat kesibukan sebagai kepala daerah, Pasha tidak memiliki waktu untuk partai. “Ketika menjadi bagian dari struktur DPP memang dibutuhkan komitmen yang kuat. terutama waktu ya,” katanya.

Disinggung kenapa dimasukkan belakangan, menurut Eddy, saat ini kesibukan Pasha sudah mulai menurun dan kemungkinan juga nanti saat Pasha selesai menunaikan tugasnya di Kota Palu, yang bersangkutan akan punya waktu lebih untuk berkontribusi ke partai. “Jadi ini alasannya. Pasha langsung ditunjuk jadi Ketua Bidang Kepemudaan, Seni dan Olahraga. Dan jabatan itu sudah ada sejak periode sebelumnya,” pungkas Eddy. [REN]