Dark/Light Mode

Gara-gara Corona, Arisan Keluarga Pun Jadi Kaku

Selasa, 24 Maret 2020 01:29 WIB
Ngopi - Gara-gara Corona, Arisan Keluarga Pun Jadi Kaku
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak adanya imbauan untuk tidak bersentuhan atau kontak fisik dengan siapa pun, pertemuan keluarga jadi hambar. Tidak boleh jabatan tangan. Acara arisan di rumah kami, yang biasanya ramai dan lumayan meriah, jadi lesu dan sepi. Istri saya, yang sejak pagi mempersiapkan beberapa kebutuhan untuk acara kumpul keluarga dekat itu, tampak banyak diam usai menggelar acara arisan pertama ketika kami jadi tuan rumah.

Sebelum acara dimulai, sekitar 2 jam lebih, istri saya telah sibuk menelepon kakaknya agar segera datang ke rumah untuk mempersiapkan acara arisan yang akan diadakan di rumah. Namun, karena alasan ada imbauan untuk tidak berkumpul dan berkontak fisik karena dikhawatirkan akan menyebarkan virus corona yang berbahaya itu, si kakak tak datang.

Si kakak datang malah telat. Setelah acara dimulai. Yang biasanya kalau bertemu, salam dan jabatan tangan hangat, pelukan, cipika-cipiki, kini dingin. Beku. Bicara pun seperlunya saja mereka. Hampir semua sanak saudara dekat kami yang datang arisan itu juga berpembawaan kaku. Tidak berjabat tangan, dan bicara seperlunya saja.

Baca juga : Stop, Pencegahan Basa-basi

Saya pun tak bisa berbuat banyak. Pertemuan keluarga yang seharusnya hangat dan bersahabat itu, jadi dingin. Seperti mati rasa.

Saya berupa memberikan penjelasan kepada semua yang hadir, tidak perlu cemas berlebihan dengan Virus Corona. Apalagi jika yang bertemu hanya kita-kita saja, keluarga inti. “Kecuali, ada di antara kita yang terindikasi kena virus corona itu, ya kita segera tindaklanjuti,” ujarku.

Semua mengaku tak ada kena virus corona. Namun, untuk berjaga-jaga saja. Saya tak mau memaksakan situasi. Saya membiarkan begitu saja. Saya mencoba mencontohkan bahwa di rumah kami tak ada kekhawatiran dengan virus corona. Sebab, kami tak kena virus corona.

Baca juga : Kalau di Rumah, Mana Bisa Dapat Duit

Saya memberikan kode kepada istri. Dia mendekat, lalu saya peluk dan kecup keningnya mendadak. Sontak dia kaget. Dan berupaya menepis. Sebab, memang sangat tabu bagi keluarga kami, untuk berpelukan suami istri di depan sanak saudara.

“Tak ada kan virus corona,” ujar saya sekenanya. Namun aku dan istri saya jadi salah tingkah. “Ya iyalah, dia istrimu. Enggak mungkinlah. Mau corona atau tidak, tak ada urusan corona,” celetuk si kakak.

Sejak adengan itu, jadi cair suasana arisan. Tak sekaku awal lagi. Masa mesti begitu dulu supaya persaudaraan kembali menghangat? Meski, saya harus akui, memang salah tingkah betul saya. Di akhir acara arisan, saat sanak saudara hendak mau pulang pun, kami tetap tak bersedia berjabatan tangan. Ya sudahlah.

Baca juga : Jangan Asal Pakai Maps

Jhon Roy P Siregar, Wartawan Rakyat Merdeka

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.