Dark/Light Mode

Sabam Sirait: Kuping Dan Hati Politisi Harus Dekat Dan Bersama Rakyat

Kamis, 7 Januari 2021 07:19 WIB
Politisi senior PDIP Sabam Sirait (tengah) saat menerima bintang jasa dari Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)
Politisi senior PDIP Sabam Sirait (tengah) saat menerima bintang jasa dari Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang politisi harus menjadikan kupingnya selalu dekat dan mendengarkan aspirasi serta hati nurani rakyat. Di saat yang sama, politisi juga harus mau dan mampu memperjuangkan apa yang menjadi kehendak rakyat.

"Karena itu, bukan kupingnya saja yang harus dekat dengan rakyat, tapi hatinya juga. Kuping dan hati politisi harus dekat dan bersama rakyat," kata anggota MPR paling senior Sabam Sirait.

Berita Terkait : Satuan Polisi Kehutanan Harus Berani Lawan Perusak Hutan

Hal ini ditanyakan kepada Sabam terkait dengan ulang tahun PDIP yang ke-48. Sabam merupakan pendiri PDI tahun 1973, yang kemudian berubah menjadi PDIP pada 1998.

Sekjen pertama dan tercatat rekor sebagai Sekjen PDI terlama ini mengajak kader-kader PDIP untuk tetap solid dan bersatu menghadapi segala tantangan kekinian. Semangat persatuan itu yang mampu membuat PDIP bertahan dan solid sejak rezim Orde Baru.

Baca Juga : Risma For DKI-1 Viral Di Medsos

"Dulu kita berada dalam tekanan Orde Baru, dan kita bisa bertahan. Sebab, kita punya idealisme dan juga senantiasa solid di bawah naungan ideologi Pancasila," jelas politisi yang pada zaman Orde Baru melakukan interupsi dalam Sidang DPR, ketika zaman itu tak mudah melakukan interupsi 

Sabam mengingatkan bagaimana sulitnya partai bertahan di era Orde Baru. Gerak langkah PDIP sangat dibatasi. Bahkan pengkaderan tidak bisa merambah hingga tingkat kecamatan dan desa seperti saat ini.

Baca Juga : Idap Gangguan Mental

"Kuncinya adalah persatuan kader yang solid. Makanya, sekarang pun kita harus tetap bersatu untuk membesarkan partai. Mari jaga persatuan, dan berpegang teguh pada ideologi Pancasila," lanjut anggota DPD dari daerah pemilihan DKI Jakarta.

Tokoh senior yang sudah berpolitik sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Jokowi ini pun menjelaskan betapa pentingnya menjaga kesatuan partai dengan cara saling menghormati antar-kader. Selain itu, sesama kader harus saling mendukung satu sama lain untuk berjuang demi republic ini. "Sebagaimana saya tekankan beberapa kali, berjuang di partai, itu bukan demi partai itu sendiri. Berjuang di partai artinya berjuang untuk Republik Indonesia," pungkas Sabam. [USU]