Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Siapa utusan Jokowi yang dikirim menemui Prabowo itu, terjawab sudah. Luhut Panjaitan lah orang yang dipilih Jokowi itu. Namun, sampai tadi malam, Prabowo belum memberikan jawaban pasti: apakah mau ditemui Luhut atau tidak.
Kabar perihal utusan ini pertama kali diungkap Jokowi usai menemui para bos parpol di rumah makan Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis lalu. Eks Walikota Solo itu mengungkapkan keinginannya bertemu Prabowo. Harapannya, pertemuan itu bisa mendinginkan tensi politik kedua pendukung.
Untuk menunaikan hajatnya itu, Jokowi mengaku sudah mengirim utusan. Siapa yang dimaksud, Jokowi masih berahasia. Belakangan diketahui yang diutus Jokowi menemui Prabowo adalah Luhut Panjaitan. Adalah Direktur Media dan Komunikasi BPN Hashim Djojohadikusumo yang mengungkapkan perihal utusan itu. “Pak Luhut (yang) akan bertemu Pak Prabowo,” kata Hashim, di Jakarta, kemarin.
Menurut adik kandung Prabowo itu, pertemuan Luhut dan Prabowo itu akan digelar hari ini di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. “Hanya kepastian jadwalnya saya belum tahu,” ungkapnya.
Soal apa yang akan disampaikan Luhut dalam pertemuan itu, Hashim mengaku tidak tahu pasti. Soal materi pembicaraaan, dia meminta awak media untuk menanyakan langsung ke Luhut. “Saya tidak tahu isinya apa," ungkapnya.
Baca juga : Prabowo Tuding Ada Kecurangan
Jokowi sendiri di sela jalan-jalan di mall kemarin kembali membenarkan telah mengirim utusan untuk menemui Prabowo. Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Ace Hasan Syadzily tak mengetahui pasti siapa yang diutus Jokowi untuk menemui Prabowo. Namun menurut dia, orang yang diutus pastinya punya kedekatan dengan Prabowo.
Soal nama Luhut yang beredar, Ace menilainya sebagai sosok yang tepat. Menurut dia, Luhut dan Prabowo sama-sama bersahabat meski ada perbedaan pandangan dalam politik. Selain itu, Ace menilai Luhut dan Prabowo sudah punya kedekatan personal. Dengan kedekatan tersebut, sangat tepat untuk bicara lebih terbuka dari hati ke hati.
“Pertemuan ini tentu akan meredakan suasana pasca-Pilpres. Membuka jalan bagi adanya rekonsiliasi,” kata Ace, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.
Sementara, Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo belum memutuskan untuk menerima Luhut. Alasannya, Prabowo masih fokus mengawal perhitungan suara.
"Sampai dengan malam ini, Pak @prabowo belum dan tidak memutuskan menerima utusan Pak Jokowi yakni Pak Luhut untuk bertemu beliau di Kertanegara. Pak Prabowo masih fokus memperjuangkan dan mengawal agar rakyat terus mengawal C1," kicau Dahnil, di akun Twitter @Dahnilanzar, tadi malam.
Baca juga : Adik Prabowo Sudah Atur-atur Jatah Menteri
Bisakah Luhut meluluhkan Prabowo? Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menilai Luhut sebagai sosok yang tepat untuk bertemu dengan Prabowo. Kata dia, Luhut adalah teman lama Prabowo. Sama-sama seorang nasionalis dan patriot. “Keduanya memiliki jejak kebersamaan yang panjang saat bertugas di Kopassus dulu,” kata Adi, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.
Adi menceritakan, Luhut dan Prabowo bertugas bersama-sama saat membentuk satuan elite Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) 81. Keduanya dikirim ke Jerman untuk latihan antiteror. Pulang dari sana, keduanya membentuk Sat Gultor 81.
Saat itu, Luhut yang berpangkat mayor menjadi komandan pertama Gultor sedangkan Prabowo yang menyandang pangkat kapten merupakan wakilnya. Bahkan kode “08” yang digunakan Prabowo sampai sekarang adalan nama sandi radio saat menjawab Wakil Dansat 81 Gultor. Sementara kode “09” dipakai oleh Luhut. Kode “08” masih tetap digunakan Prabowo meski jabatannya naik menjadi Danjen Kopassus. Sampai sekarang.
Adi menceritakan, Luhut adalah senior Prabowo. Luhut angkatan 1970, sementara Prabowo angkatan 1974. Keduanya sama-sama mulai berkarier di korps baret merah Kopassus. Keduanya juga sama-sama pernah dikirim bertugas ke Timor-Timur dalam operasi Saroja.
Karena sejarah itu, lanjut Adi, wajar kalau Jokowi memilih Luhut. “Yang lain tidak punya sejarah pertemanan dengan Prabowo. Elite-elite partai tak ada yang mengenal Prabowo sedekat Luhut, jadi wajar kalau Luhut yang menemui Prabowo,” ujarnya.
Baca juga : Soal Pengelolaan Dana Kelurahan, Pemda dan Pemerintah Pusat Belum Sepaham
Ditambah lagi, lanjut Adi, di militer ada doktrin bahwa junior harus menghormati senior. Doktrin tersebut terbawa sampai purna.
Apakah bisa Prabowo luluh? Dengan status Luhut sebagai senior, Adi menilai paling tidak Prabowo akan menghormati Luhut. “Sebagai seorang senior,” ujarnya.
Adi mengatakan dalam sebuah diplomasi seseorang bisa menggunakan instrumen apa saja. Dalam hal ini ia menilai pertemanan korps sangat mungkin dimanfaatkan.
“Ini soft diplomasi. Akan sangat sulit kalau yang bertemu adalah elite partai dari PDIP atau Golkar. Agak susah nyambung,” ujarnya. Dan yang lebih penting, Luhut ini adalah lingkaran Istana. Orang kepercayaan Jokowi.
Apa yang akan dibahas? Adi menduga, dalam pertemuan itu Luhut ingin menyampaikan bahwa pemilu sudah selesai. Dan diharapkan rivalitas pun berakhir. Toh Istana sudah akan mematuhi bahwa menunggu perhitungan resmi dari KPU. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.