Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gerindra Terus Kumandangkan Prabowo Capres 2024
Banteng, Tunjukkan Mana Tandukmu
Senin, 11 Oktober 2021 08:58 WIB
Sebelumnya
Ia juga mengompori kadernya agar langsung action, bukan cuma di mulut saja. Dengan aksi nyata itu, Gerindra bisa memimpin negeri ini. "Kalau mau, ya mbok jangan hanya diucapkan di mulut. Caranya perolehan Pileg dan Pilpres harus lebih tinggi dari sekarang,” tegas Sufmi. "Siap!" sahut para kader Gerindra.
Ia juga memamerkan tingginya elektabilitas Prabowo di sejumlah lembaga survei. Sayangnya, kata dia, belum diimbangi dengan perolehan suara partai yang masih di kisaran dua atau tiga besar. Jika bisa diimbangi, partainya ke depan bisa juara satu. "Kalau sudah sebanding lurus, Insya Allah Pak Prabowo bisa jadi presiden, partai kita pemenang pemilu," yakinnya.
Lalu, bagaimana sikap PDIP? Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, partainya tak mau tergopoh-gopoh. Ia tak panas dengan aksi sejumlah partai, termasuk Gerindra, yang mulai mengumandangkan masing-masing jagoannya di Pilpres mendatang.
Hasto beralasan, Pilpres 2024 masih sangat jauh. Perjalanannya masih panjang. "Tahapan Pileg dan Pilpres saja belum ditetapkan dan masih terjadi perdebatan," katanya, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Hasto beranggapan, cepat atau tidak bukan tolok ukur yang tepat dalam menjagokan calon presiden yang akan diusung di Pilpres mendatang. "Jadi, untuk menetapkan calon pemimpin negara itu tolok ukurnya pada kualitas pemimpin dan momentum, bukan pada cepat tidaknya," sambungnya.
Meskipun begitu, bukan berarti Banteng diam saja dan berleha-leha. Kata Hasto, akan ada momentum yang tepat bagi PDIP untuk menunjukkan tanduknya. "Yang penting, konsolidasi partai terus dilakukan," tegas Hasto.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menduga, sikap PDIP seperti ini karena menginginkan Puan untuk diusung. Sayangnya, elektabilitas Puan belum nendang.
Makanya, PDIP saat ini terkesan pasif ,untuk urusan 2024. “PDIP sepertinya masih terus membaca peta sambil secara perlahan terus dorong Puan agar naik elektabilitasnya," kata Adi, ketika dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.
Sementara, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Prof Maswadi Rauf memandang, PDIP sudah kalah start. Dia menyatakan, sudah waktunya parpol menyodorkan jagoannya untuk Pilpres 2024. "Capres itu kan harus dikenal rakyat dari awal. Jadi, jangan tiba-tiba muncul. Itu strategi nggak bagus," kata Prof Maswadi, tadi malam. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya