Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Sehingga itu mempengaruhi pilihan-pilihan dari pekerja,” jelasnya.
Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah menambahkan, potensi politik uang juga terjadi di daerah perbatasan seperti di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) yang berbatasan dengan Malaysia. Yaitu, Entikong, Kalbar yang berbatasan dengan Kuching, Malaysia.
Baca juga : Perangi Tikus Di BUMN, Pengawasan Diperketat
“Kalbar itu praktik politik uangnya adalah praktik jual beli suara dan transaksi politik di wilayah perbatasan, di antara Entikong dan Kuching,” kata Anis.
Anis mengatakan, pada pemilu sebelumnya, politik uang banyak terdeteksi di wilayah-wilayah tersebut. Hal itu menjadi gambaran untuk antisipasi pada pemilu mendatang. “Jadi transaksi itu terjadi berbasis pada pengalaman pada pemilu sebelumnya,” ucapnya.
Baca juga : Anies Dan Ganjar Diawasi Bawaslu
Anis menambahkan, alasan potensi politik uang tinggi di wilayah perbatasan karena pengawasannya yang minim. Sehingga, kata dia, pihaknya akan memberikan beberapa rekomendasi dari hasil pemantauan Komnas HAM kepada pihak-pihak terkait, terutama KPU.
“Praktik jual beli suara di perbatasan ini perlu kami sampaikan. Karena di wilayah perbatasan itu pengawasannya sangat minimalis,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya