Dark/Light Mode

Bela Gibran Di Bully Pake Hafalan

Jubir PSI: Persiapan Matang, Lebih Baik Dari Bawa Contekan

Sabtu, 23 Desember 2023 18:59 WIB
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). (Foto: Ist)
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara (Jubir) muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), I Putu Yoga Saputra memberi tanggapan terkait Gibran disebut penyampaiannya dalam debat hanya hafalan semata. Tuduhan tersebut muncul di beberapa media sosial maupun berita online.

Yoga mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak realistis ditujukan kepada seorang Gibran. Menurutnya, skema debat tidak memungkinkan untuk hanya mengandalkan hafalan dalam memberikan jawaban.

"Skema debat tidak memungkinkan untuk menjawab secara hafalan. Karena pertanyaannya kan random, Trus pertanyaan kandidat itu pertanyaan yang muncul secara organik yang tidak diduga oleh mas Gibran," papar Yoga kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (23/12/2023) pagi.

Mantan Ketua Presidium PP KMHDI itu pun menilai tuduhan hafalan kepada mas Gibran sebagai bentuk pengakuan atas penampilannya yang cukup membuat kejutan. Yoga juga menyinggung perihal Gibran yang menjadi satu-satunya peserta debat cawapres yang tidak membawa contekan untuk dibaca, dan justru hal tersebut dilakukan oleh cawapres lainnya.

"Justru dengan tuduhan hafalan itu, secara implisit mengakui penampilan debat mas Gibran terkonsep dan terstruktur dengan baik, dan beliau menguasai tema debat ini," ungkap Yoga.

Baca juga : Buka-bukaan Di Praperadilan, Firli Berusaha Cari Selamat

"Malah, saya melihat mas gibran ketika memaparkan sesuatu ndak ada nyontek, atau sambil baca-baca. Padahal tuduhan itu di arahkan ke mas gibran, faktanya cawapres no 1 dan 3 yang pake contekan," Imbuhnya.

Politisi muda asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang baru bergabung di PSI itu menilai penampilan Gibran dalam debat cawapres tersebut sangat memberi kejutan. Kemampuan memamparkan dan menjawab pertanyaan dengan solusi Gibran dinilai Yoga menjawab dan mematahkan asumsi publik yang selama ini dianggap meragukan kemampuan dari Walikota Solo itu.

"Penampilan mas Gibran di debat kali ini luar biasa, menjawab segala bullyan terhadapnya, asumsi miring, dijawabnya dengan penampilan yang sangat apik dengan solusi kongkret dan terstruktur," ungkap Yoga.

"Penampilan mas Gibran itu, semakin menarik perhatian generasi muda, meningkatkan kepercayaan diri anak muda untuk berbincang maupun terjun dalam politik. Ini aura positif untuk anak muda," tandasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya muncul tuduhan dari beberapa pihak yang menyudutkan bahwa Gibran menjawab dengan hafalan semata. Salah satunya disampaikan oleh Faisal Assegaf, kritikus politik dan pegiat sosial media yang memberikan penilaiannya masing-masing untuk para Cawapres. 

Baca juga : Nikmati Liburan Di Melaka Malaysia, Dapat Perawatan Medis Terbaik

Menurutnya, Cak Imin hanya bicara apa adanya dengan memberi harapan dengan prinsip keadilan sosial-ekonomi. 

Ini tentunya berbeda dengan Gibran yang ia sebut mengandalkan hafalan dan copy paste dengan gaya janji palsu sama Presiden RI, Jokowi Widodo.

“Cak Imin bicara apa adanya, memberi harapan pada rakyat dalam prinsip keadilan sosial-ekonomi,” tulis Faizal Assegaf di akun X atau twitter pribadinya, Jumat (22/12/2023).

“Berbeda dengan Gibran yang hanya andalkan hafalan dan copy paste gaya politik janji palsu bapaknya,” jelasnya.

Sementara untuk cawapres nomor urut 3, Mahfud MD ia mengatakan dia sangat berhati-hati sambil perlahan membuka topeng dari lawan-lawannya.

Baca juga : Relawan Santri Ganjar Berdayakan Remaja Masjid Agar Lebih Melek Dunia Digital

“Sementara Pak Mahfud MD sangat hati-hati, sambil menikmati Cak Imin membuka topeng kemunafikan Gibran,” terangnya.

Faizal lebih menyoroti Gibral Rakabuming Raka terkait proyek Solo dan perlahan-lahan efeknya dinasti politiknya terbongkar.

“Terkait banyak proyek di Solo, ihwal serupa tidak terjadi di daerah lain. Maklum si Walikota bocah presiden. Terbongkar efek dinasti politik,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.